Rusak Selama 9 Tahun, Jalan Kabupaten Sepanjang 4,8 Kilometer di Cililin Dibiarkan Pemda KBB

Ruas jalan Cikoneng sepanjang 4,8 kilometer di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Pengendara saat melintas di jalan Cikoneng, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang hingga kini tidak diperbaiki pemerintah. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ruas Jalan Cikoneng sepanjang 4,8 kilometer di Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) rusak parah, tetapi tidak pernah diperbaiki pemerintah.

Padahal ruas jalan tersebut berstatus jalan kabupaten yang sudah seharusnya diperbaiki oleh Pemkab Bandung Barat.
Namun selama 9 tahun, tepatnya sejak tahun 2013, pemerintah membiarkan jalan tersebut dalam kondisi rusak parah.

Pantauan Tribun Jabar, ruas jalan ini tampak mengalami kerusakan mulai pinggir jalan raya Cililin-Sindangkerta hingga ke ujung Kampung Cikoneng, tepatnya di daerah perbatasan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Baca juga: Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cikadu Sukabumi Bikin Makam di Tengah Jalan

Sebagian ruas jalan tersebut, kondisinya ada yang hanya tersisa bongkahan batu, ada juga yang berlubang, serta banyak aspal yang sudah mengelupas. Sehingga kondisi ini sangat menyulitkan pengendara yang akan melintas.

"Jalan ini terakhir diperbaiki pada tahun 2013, jadi sudah sembilan tahun rusak karena sampai sekarang belum ada perbaikan lagi," warga setempat, Dedi Al Fikri di Kampung Cikoneng, Rabu (12/7/2022).

Selama sembilan tahun itu, kata dia, warga kesulitan untuk beraktivitas, terutama saat mendistribusikan hasil tani seperti sayuran ke pasar karena harus menempuh jalan yang terjal dan membutuhkan waktu tempuh yang cukup lama.

"Sebetulnya kalau jalan ini bagus jarak tempuh bisa lebih cepat, cuma karena jalannya jelek, warga jadi memilih ke jalan Soreang yang lumayan bagus. Saya sendiri aktivitas ke Bandung, tapi gak lewat ke Cililin," katanya.

Ia mengatakan, waktu tempuh ke Kota Bandung dengan melewati jalan Cikoneng lalu ke jalan Cililin membutuhkan waktu selama 3-4 jam, sedangkan jika lewat jalan Soreang hanya ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam saja.

"Perbedaan waktu tempuhnya sampai 2,5 jam, sehingga kondisi ini menghambat perekonomian. Warga disini kebanyakan ngirim hasil tani sayuran ke Bandung," ucap Dedi.

Baca juga: Warga Cisewu Garut Patungan Beli Material untuk Perbaiki Jalan Rusak, Cuma Perbaikan Seadanya

Warga lainnya, Nono Sumpena (40) mengatakan, dengan kondisi jalan yang rusak itu, warga yang sedang sakit atau akan melahirkan jadi terlambat ditangani di rumah sakit karena di jalannya membutuhkan waktu yang lama.

"Kalau sakitnya parah ya bisa fatal juga, makanya saya mohon dengan sangat kepada Pemerintah Bandung Barat tolong diperhatikan karena akibat jalan rusak ini banyak kesulitan yang dialami warga," ujar Nono.

Menurutnya, akses jalan yang mulus sangat dibutuhkan warga karena dengan kondisi seperti itu aktivitas warga jadi terhambat dan banyak juga yang kecelakaan akibat jalan rusak ini.

"Sering terjadi kecelakaan disini, banyak pengendara motor yang jatuh. Bahkan karena ini jalan pintas banyak pengendara mobil yang terjebak, tidak bisa jalan akibat tidak tahu kondisi jalan, jadi harus didorong oleh warga," katanya.

Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Aan Sopian mengakui bahwa jalan sepanjang 4,8 kilometer tersebut belum pernah diperbaiki sejak tahun 2013 karena tidak ada anggaran.

"Kita belum ada anggaran untuk perbaikan jalan itu, sebetulnya kalau permintaan pengajuan tiap tahun juga ada, cuma kita masih menunggu anggaran. Perencanaan DED-nya sudah ada sejak tahun 2019, tinggal eksekusi anggarannya saja, kalau ada bisa langsung diperbaiki," kata Aan.

Baca juga: Bupati Subang Ruhimat Disuruh Massa Mahasiswa Benerin Jalan Rusak Secepatnya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved