Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Dzulhijjah Bertepatan dengan Hari Tasyrik, Apakah Boleh? Begini Hukumnya

Setelah puasa Arafah, merayakan Idul Adha hingga ibadah kurban, ternyata masih ada amalan yang dapat dikerjakan, tepat setelah hari Tasyrik selesai

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
ilustrasi puasa 

Dalam Bahasa Arab dinyatakan شَرَّقَ الشَيْءَ لِلشَّمْشِ artinya menjemur sesuatu.

Maksud dari arti tersebut bahwa kegiatan kurban tidak dilakukan kecuali setelah terbit matahari.

Dikutip dari rumaysho.com, istilah lain disebutkan juga oleh Imam Nawawi, arti hari Tasyrik adalah mendengdeng kurban di terik matahari.

Adapun esensi arti hari Tasyrik merupakan harinya bagi umat Islam dilarang berpuasa.

Baca juga: 2 Resep Sop Daging Spesial Idul Adha, Hidangan Olahan Daging Kurban, Praktis dan Lezat

Larangan berpuasa di hari Tasyrik ini sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Abu Said Al Khudri yang mengatakan,

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَالنَّحْرِ. رواه البخاري ومسلم

“Nabi SAW melarang berpuasa pada hari (raya) Fitri dan Kurban (Idul Adha)." (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Pada hari Tasyrik inilah kaum muslim sebaliknya dianjurkan makan dan minum.

Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam riwayat hadis Muslim No 1141.

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

"Hari-hari tasyrik adalah hari makan dan minum."

Dilansir dari muslim.co.id, Imam Nawawi menjelaskan dalil hadis ini dimaksud umat Islam tidak boleh sama sekali di hari Tasyrik. (Syarh Sahih Muslim, 8: 18)

Dikutip dari konsultasisyariah.com, Ibnu Rajab menjelaskan rahasia di balik larangan berpuasa di hari Tasyrik.

Ibnu Rajab menjelaskan bahwa Allah SWT memuliakan hari Tasyrik mensyariatkan kaum muslim untuk dijadikan hari tersebut sebagai hari makan-makan dan minum.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved