Kepala DKPPP Sebut Rata-rata Hewan Kurban yang Dijual di Kota Cirebon Alami Gejala Ringan PMK

Rata-rata hewan ternak dijual di Kota Cirebon mengalami gejala penyakit mulut dan kuku (PMK) ringan

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Petugas DKPPP Kota Cirebon saat memeriksa kesehatan hewan kurban di tempat penjualan yang berada di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Kamis (7/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon, Yati Rohayati, menyebut rata-rata hewan ternak dijual di Kota Cirebon mengalami gejala penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan hewan ternak yang dilaksanakan jajarannya di 30-an tempat penjualan di Kota Cirebon sejak pekan lalu.

Namun, menurut dia, gejala yang dialami hewan kurban dari mulai sapi maupun kambing itu rata-rata termasuk kategori gejala ringan.

Baca juga: Peternak di Cangkingan Indramayu Kewalahan, Kebanjiran Pembeli Hewan Kurban Berkat Jualan Online

"Misalnya, sariawan dan terdapat luka kecil di bagian kukunya," ujar Yati Rohayati saat ditemui di DKPPP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Kamis (7/7/2022).

Pihaknya pun menindaklanjuti temuan itu dan memberikan obat serta vitamin sesuai gejala yang dialami hewan kurban tersebut.

Ia mengatakan, penjual hewan kurban juga diberikan bantuan cairan disinfektan, obat, vitamin, dan mengedukasi untuk selalu menjaga kebersihan kandangnya.

"Sebenarnya, gejala ringan ini cukup diberikan obat dan makanan secara teratur, biasanya akan sembuh dalam beberapa hari," kata Yati Rohayati.

Yati menyampaikan, hewan kurban yang mengalami gejala ringan - sedang dapat dikurbankan sesuai Fatwa MUI Nomor 32 Tahun 2022.

Ia juga meminta, masyarakat tak perlu khawatir terkait temuan tersebut karena pada dasarnya sapi maupun kambing yang bergejala ringan - sedang layak dikurbankan.

Baca juga: Ada Wabah PMK Buat Pelanggan Sapi Kurban Beralih Ke Kambing di Indramayu, Pedagang Gembira

Pihaknya pun masih memantau tempat penjualan hewan kurban yang bermunculan di Kota Cirebon menjelang Hari Raya Iduladha untuk memeriksa kesehatanya.

"Jika ditemukan hewan kurban yang sakit, kami memberikan obat dan vitamin ke hewan ternak sesuai gejala yang muncul," ujar Yati Rohayati.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved