Warga Sukalarang Sukabumi Tutup Jalan dengan Ban dan Ditanam Pohon Pisang, Begini Tanggapan Kadis PU
Warga Kampung Cikadu, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, melakukan aksi penutupan jalan, Minggu (3/7/2022).
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi, M Rizal Jalaludin
TRIBUNNJABAR.ID, SUKABUMI - Warga Kampung Cikadu, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, melakukan aksi penutupan jalan, Minggu (3/7/2022).
Aksi penutupan jalan terjadi sebagai bentuk protes atas kondisi jalan rusak di sepanjang Jalan Raya Semplak-Cipurut.
Penutupan jalan dilakukan warga sekitar mulai dengan mengunakan ban mobil bekas, menanam pohon pisang, patung boneka, hingga membuat kuburan.
Warga di sekitar lokasi, Andri (39), mengatakan, jalan tersebut rusak cukup lama dan seolah-olah dibiarkan begitu saja oleh pemerintah.
"Sudah dua tahun lebih rusaknya. Sampai saat ini belum juga diperbaiki," ujar Andri kepada Tribunjabar.id, Senin (4/7/2022).
Padahal jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat empat kecamatan.
Baca juga: Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi Terjadi Bulan Ini, Jokowi Minta Vaksinasi Booster Digenjot
"Ini jalan utama warga sini termasuk dari warga Gegerbitung, Cireunghas. Apalagi para pegawai pabrik lewat sini tiap hari," tuturnya.
Baca juga: Ini Tanda 46 Calon Haji yang Dideportasi Arab Saudi Memang Ilegal, Diungkap Kemenag KBB
Menanggapi aksi protes warga yang menginginkan perbaikan jalan kabupaten itu, Kepala Dinas Perkerjaan Umum (Kadis PU) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar, mengatakan, saat ini sedang berlangsung proses lelang untuk perbaikannya.
Dia meminta masyarakat untuk bersabar.
"Mohon bersabar, termasuk yang di Sukalarang. Insyaallah tangga 5 (Juli) SPK keluar," ucap Asep saat ditemui di Kantor Dinas PU, Senin. (*)