Vaksinasi PMK di Kabupaten Cirebon Dimulai, Sasaran Utama Sapi yang Akan Diternak

Setelah mendapatkan vaksinasi, sapi yang akan diternak diharapkan tidak terjangkit PMK sehingga dapat menjadi indukan berkualitas.

Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
ILUSTRASI- Petugas melakukan vaksinasi terhadap sapi untuk mencegah penyebaran dan kematian sapi yang lebih banyak akibat terjangkit PMK. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Cirebon mulai dilaksanakan pada Selasa (28/8/2022).

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, mengatakan, rencananya, pada tahap awal vaksinasi PMK akan digelar hingga Rabu (29/6/2022) dokter hewan dari tiga puskeswan di Kabupaten Cirebon.

 "Sasaran vaksinasinya adalah hewan ternak milik pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Encus Suswaningsih saat ditemui di Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Ampel, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (29/6/2022).

Ia mengatakan, pada tahap awal sasaran utama vaksinasi PMK ialah sapi yang akan diternak, bukan sapi yang dibesarkan untuk dipotong.

Setelah mendapatkan vaksinasi, sapi yang akan diternak diharapkan tidak terjangkit PMK sehingga dapat menjadi indukan berkualitas.

Baca juga: Kematian Hewan Ternak Akibat PMK di Bandung Barat Mencapai 148 Ekor dengan Kerugian Rp 9 Miliar

Pada Selasa (28/6/2022), vaksinasi PMK dikhususkan pada hewan ternak milik pemerintah daerah, sehari kemudian giliran hewan ternak milik warga Kabupaten Cirebon.

"Ini vaksinasi dosis pertama, karena setiap hewan ternak akan divaksin dua kali. Syaratnya adalah hewan yang sehat," kata Encus Suswaningsih.

Ia menyampaikan, hingga kini kasus PMK di Kabupaten Cirebon mencapai 1.356 ekor, terdiri dari 1143 sapi potong, 25 sapi perah , 178 kerbau, dan 10 domba.

Dari jumlah tersebut, terdapat tiga ekor ternak yang mati dan 37 ekor yang dipotong paksa akibat terjangkit PMK, dan 245 ekor dinyatakan sembuh.

"Untuk ternak yang terjangkit PMK masih ditangani secara intensif dan diberikan obat maupun vitamin oleh dokter hewan dari puskeswan," ujar Encus Suswaningsih.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved