Organda Ciamis Minta Ketentuan Aplikasi MyPertamina Tidak Diberlakukan Untuk Angkutan Umum

Organda Ciamis berharap ketentuan pakai aplikasi MyPertamina saat beli solar atau pertalite tidak diberlakukan bagi angkutan umum karena tidak semua

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Andri M Dani
ILUSTRASI pembelian BBM di SPBU Jl A Yani Ciamis. Organda Ciamis berharap ketentuan pakai aplikasi MyPertamina saat beli solar atau pertalite tidak diberlakukan bagi angkutan umum karena tidak semua sopir punya smartphone. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMISCiamis merupakan salah satu dari 4 daerah di Jabar yang dipilih menjadi daerah uji coba penerapan aplikasi MyPertamina saat transaksi membeli pertalite dan solar di SPBU bagi pengguna kendaraan  roda empat.

Masa uji coba tersebut mulai Jumat (1/7) lusa. Tidak hanya di Ciamis tetapi juga di Kota Tasikmalaya,   Kota Bandung dan Kota Sukabumi.

Namun ketentuan harus mengakses aplikasi  My Pertamina  lewat penggunaan telepon seluler (smartphone)  saat  membeli solar atau pertalite tersebut dikhawatirkan akan merepotkan bagi awak angkutan umum (angkum).

“Makanya kami berharap ketentuan tersebut (pakai aplikasi MyPertamina saat beli solar atau pertalite) tidak diberlakukan bagi angkum,” ujar Sekretaris DPC Organda Ciamis, Rd Ekky Bratakusumah kepada Tribun Selasa (27/6).

Kalau pun harus diperlakukan menurut Ekky, memang perlu waktu bagi angkum untuk beradaptasi.

“Tidak semua awak kendaraan, terutama awak angkum melek IT. Terutama di daerah apalagi di pelosok. Saya berharap, DPP Organda harus menyikapi ketentuan baru ini saat beli BBM di SPBU,” katanya.

Ketentuan harus mengakses aplikasi “MyPertamina” saat beli solar atau pertalite di SPBU tersebut menurut Ekky, jelas akan menjadi hal yang merepotkan bagi warga terutama para awak angkum yang berada di daerah.

“Apalagi yang di pelosok," ujar Ekky.

Seharusnya menurut Ekky, pemerintah jangan berfikir untuk masyarakat perkotaan saja.”Coba pikirkan juga masyarakat yang ada di pelosok,” katanya.

Ekky mengkhawatirkan aturan baru tersebut akan mempersulit kehidupan masyarakat, terutama awak angkutan umum di daerah. Baik itu awak bus, elf, angkot maupun angkutan pedesaan.

Ia juga merasakan ada hal yang lucu dengan ketentuan harus mengakses aplikasi MyPertamina dengan menggunakan HP saat membeli BBM di SPBU tersebut.

Padahal selama ini ada ketentuan dilarang menggunakan HP saat beli BBM di SPBU. Tetapi sekarang harus pakai HP saat beli BBM (untuk mengakses aplikasi MyPertamina). (*) 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved