Peminat Sapi Kurban di Ciamis Menurun Drastis, Padahal Harga Tetap, Stok Sesuai Pesanan

"Menghadapi Iduladha tahun ini, saya tidak berani menyediakan banyak sapi kurban. Hanya ada 13 ekor. Permintaan memang turun banyak,” katanya.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Andri M Dani
Permintaan berkurang – H Elan (60), peternak sapi di Dusun Lawong, Desa Pusakanegara Baregbeg, Ciamis, hanya menyediakan 13 ekor sapi kurban, Senin (27/6/2022). Dibanding tahun-tahun sebelumnya, permintaan sapi untuk kurban tahun ini menurun drastis. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS– Selama tiga tahun terakhir permintaan sapi untuk kurban menurun drastis. Dua tahun lalu lantaran pandemi Covid-19.

Tahun 2022, ketika Covid-19 melandai yang muncul, malah wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) yang menyerang ternak sapi di berbagai daerah, termasuk di Ciamis.

“Saya rasakan selama 3 tahun ini permintaan sapi untuk kurban menurun drastis,” ujar H Elan (60) peternak sapi di Dusun Lawong RT 04/01, Desa Pusakanegara, Kecamatan Baregbeg Ciamis, kepada Tribun, Senin (27/6/2022).

Sebelum ada pandemi Covid-19, menurut H Elan, di kandang sapi di belakang rumahnya selalu tersedia 40-50 sapi kurban.

“Dua tahun pandemi, hanya tersedia stok 20 ekor sapi sesuai permintaan. Menghadapi Iduladha tahun ini, saya tidak berani menyediakan banyak sapi. Hanya ada 13 ekor. Permintaan memang turun banyak,” katanya.

Baca juga: Sapi Kurban di Kota Tasikmalaya Aman PMK, Jika Berpenyakit Penjual Diminta Segera Lapor Dinas

Ke-13 ekor sapi yang disiapkan untuk stok Iduladha 1443 H tersebut katanya sudah dibesarkan sejak 10 bulan lalu, sebelum ada wabah PMK.

“Sapi ini tak ke mana-mana. Tidak didatangkan dari luar daerah,  cukup dari Ciamis.  Sudah dibesarkan di kandang sejak 10 bulan lalu,” ujar H Elan.

Semua sapi kurban tersebut merupakan sapi peranakan jenis limousin dan simental. Semuanya sudah dipesan oleh panitia kurban.

Menurut H Elan, menjelang Iduladha tahun ini harga sapi kurban di kandangnya tak jauh beda dengan Iduladha tahun lalu.

“Masih sama di kisaran Rp 20 juta sampai Rp 25 juta per ekor. Bbobot taksiran hidup sekitar 3,5  kuintal/ekor,” katanya.

Meski harga sama dengan tahun lalu namun bobot sapinya lebih kecil. “Harganya sama dengan tahun lalu, tapi bobot sapi kurban tahun ini sedikit lebih kecil. Beda sekitar 10 kg sampai 20 kg.  Sapi kurban yang ada sekarang sedikit lebih kecil dibanding sapi kurban tahun lalu. Tapi kisaran harganya sama,” ujar H Elan.

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved