Kecelakaan Tol Cipularang
Kecelakaan di Tol Cipularang, Ini Luka Terberat yang Dialami Korban, 8 Dirawat di RS Abdul Radjak
Kepala IGD Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, Minaldi Nurgono, menjelaskan kondisi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Abdul Radjak Purwakarta, Minaldi Nurgono, menjelaskan kondisi korban kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Minggu (26/6/2022) malam.
Dia menjelaskan, ada 23 orang yang dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta.
"Yang datang ada 23 orang (pasien) dan yang dirawat inap itu 15 orang, dengan delapan orang di antaranya alami luka berat. Hari ini yang masih jalani perawatan ada delapan orang," kata Minaldi di RS Abdul Radjak, Senin (27/6/2022).
Minaldi menjelaskan kondisi pasien yang mengalami luka berat.
Dia mengatakan, mereka mengalami patah tulang kaki kaki tulang tangan. Yang terparah adalah dugaan patah tulang belakang.
"Mereka itu sekarang sudah masuk ruang rawat inap semua. Menunggu rencana tindakan operasi lebih lanjut. Sedangkan yang alami luka ringan hanya memar karena benturan yang masih bisa diatasi dengan obat tanpa harus ada tindakan operasi," katanya.
Mereka yang mengalami luka ringan memutuskan pulang ke rumah masing-masing setelah beberapa jam ditangani di IGD RS Abdul Radjak.
Minaldi mengatakan, mereka buka warga Purwakarta.
"Alhamdulillah tak ada korban jiwa (meninggal) sampai saat ini," ujarnya.
Kecelakaan beruntun itu diakibatkan bus antar kota antar provinsi (AKAP) Laju Prima. Bus itu berangkat dari Bandung menuju Merak, Banten.
Dalam kecelakaan tersebut, total ada 17 kendaraan yang terlibat.
Baca juga: Detik-detik Ditemukannya Jasad Siti Munawaroh, Korban Bus Masuk Jurang di Rajapolah Tasikmalaya
"Iya, (bus) dari Bandung tujuan Merak, bawa 27 penumpang dan alhamdulillah untuk penumpang tidak ada yang luka-luka, semuanya sehat," ujar Kanit Lakalantas Polres Purwakarta, Iptu Jamal Nasir, saat ditemui di Pul Derek Jatiluhur Purwakarta, Senin.
Kronologi kecelakaan, kata dia, berawal dari bus Laju Utama datang dari arah Bandung menuju arah Jakarta.
"Setibanya di KM 92, dengan kondisi jalan yang menurun dan situasi arus pun padat, kendaraan Laju Utama tersebut berada di lajur satu tiba-tiba hilang kendali ke kiri jalan dan menabrak pembatas kemudian menabrak kendaraan yang ada di depannya. Setelah itu oleng ke kanan dan menabrak kendaraan yang ada di lajur dua," katanya.