Kisah Desa Tanpa Sinyal, Warga Dusun Bandaruka Karanganyar Ciamis Sulit Akses Internet dan Menelpon

Anak-anak di Dusun Bandaruka Ciamis sibuk dengan ponselnya di saung kelompok tani. Mereka senang di sana karena di rumah tak ada sinyal internet

Penulis: Andri M Dani | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Warga dan anak-anak di Dusun Bandaruka Desa Karanganyar Ciamis sedang berburu sinyal di Saung KWI Monalisa maupun di Pos Ronda RW 12. Di Dusun Bandaruka warga memang sulit untuk mengakses internet secara bebas meski pulsa dan kuota di HP terisi. Dusun itu memang daerah blankspot, sulit sinyal. 

Sulitnya akses internet maupun menelpon gara-gara sulitnya sinyal tersebut menurut Amar tentu akan menjadi kendala ketika terjadi kondisi darurat, bencana maupun kejadian. Juga menjadi kendala ketika mengakses PPDB secara online.

Kades Karanganyar, Yanto Agus kepada Tribun menyebutkan, hampir semua dusun di Desa Karanganyar sulit mengakses internet maupun menelpon.

“Apapun operatornya, di desa ini sinyal HP lup lap. Susah sinyal, paling parah memang di Dusun Bandaruka. Di dusun lainnya seperti Dusun Cililitan, Galonggong, Kadugede maupun Dusun Desa, sebaran sinyalnya tidak merata. Harus mencari tempat yang tinggi dulu baru bisa mengakses internet maupun menelpon. Itupun timbul tenggelam (lup lap),” ujar Kades Yanto Agus kepada Tribun Selasa (21/6).

Kondisi tanpa sinyal atau sinyal tidak merata tersebut menurut Yanto Agus tentu merupakan sebuah ironi di tengah generasi 4.0 G. Terutama untuk menghadapi era desa digital.

Ketika hampir semua warga desa di Karanganyar kesulitan untuk mengakses internet. Punya HP tapi sulit sinyal.

“Mohon ada solusinya,” harapnya.

Desa Karanganyar menurut Yanto Agus merupakan sentra produksi duku unggulan di Ciamis. Yakni duku Cililitan. Puluhan ribu pohon duku telah memberi peluang ekonomi warga Desa Karanganyar. Terutama di Dusun Cililitan, pada musim panen raya setiap hari masa panen 6 ton duku dipetik dari pohon untuk dipasarkan di berbagai kota di pulau Jawa bahkan sampai ke Jakarta. Panjang musim panen duku bisa mencapai 20 hari, produksi rata-rata 6 ton duku /hari.

Baca juga: Dukung Produktivitas, Penerapan Teknologi Digital Butuh Layanan Internet Cepat dan Stabil

Di Desa Karanganyar juga merupakan sentra anyaman berbahan baku bambu. Produknya berupa boboko, hihit (kipas), tampir, nyiru,  asepan dan anyaman lainnya berbahan baku bambu. Umumnya untuk memasok kebutuhan pasar lokasi seperti Pasar Bojong, Pasar Banjar maupun Pasar Ciamis.

Serta potensi dan peluang ekonomi lainnya yang membutuhkan jaringan internet untuk pengembangan pasar maupun adopsi teknologi.

Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing Ciamis berlokasi tidak begitu jauh dari pusat  Ciamis Kota. Hanya sekitar 15 km dari keramaian kota galendo tersebut. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved