Buntut PMK, DKPPP Kota Cirebon Tutup Sementara UPT BPTP Demi Lindungi 135 Sapi

Hanya petugas UPT BPTP Kota Cirebon yang diizinkan keluar masuk ke areal tersebut. Bahkan, mereka pun harus disterilisasi menggunakan disinfektan

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Situasi UPT BPTP Kota Cirebon yang ditutup sementara, Selasa (21/6/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian ( DKPPP ) Kota Cirebon menutup sementara UPT Balai Pengembangan Ternak Potong (BPTP) Kota Cirebon.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon, Yati Rohayati, mengatakan, penutupan sementara itu buntut dari temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Cirebon.

Menurut dia, terdapat enam ekor sapi di sejumlah peternakan yang lokasinya tak jauh dari UPT BPTP Kota Cirebon dinyatakan terjangkit PMK.

Baca juga: Pedagang Sapi Tetap Laris, Kendati Pengiriman Hewan Kurban Tetap Terlambat Karena Karantina PMK

"Penutupan sementara ini untuk melindungi 135 sapi di UPT BPTP dari penyebaran PMK," ujar Yati Rohayati saat ditemui di DKPPP Kota Cirebon, Jalan Kalijaga, Kota Cirebon, Selasa (21/6/2022).

Ia mengatakan, PMK tidak bersifat zoonosis atau menular pada manusia. Namun, manusia tetap berperan sebagai carrier atau perantara penyebaran virus PMK.

Saat ini, hanya petugas UPT BPTP Kota Cirebon yang diizinkan keluar masuk ke areal tersebut. Bahkan, mereka pun harus disterilisasi menggunakan disinfektan sebelum memasuki UPT BPTP.

Bahkan, petugas DKPPP Kota Cirebon tidak sembarangan masuk ke UPT BPTP, terlebih mereka yang selesai berkeliling kandang ternak untuk memeriksa maupun memberikan obat dan vitamin.

"Pada dasarnya hewan ternak diam di kandang, tetapi petugas yang datang dari kandang lain berpotensi membawa virus PMK dan menularkannya ke hewan ternak," kata Yati Rohayati.

Apalagi penyebaran virus PMK tergolong sangat cepat dari satu ternak ke ternak lainnya, sehingga penutupan UPT BPTP menjadi langkah nyata untuk melindungi hewan ternak.

Yati menyampaikan, dokter hewan dari DKPPP Kota Cirebon yang tugasnya memeriksa kesehatan dan memberikan vitamin serta obat juga setiap hari hanya dapat mendatangi satu lokasi.

Baca juga: 4.904 Ekor Sapi di Bandung Barat Terpapar PMK, Susunya Berkurang Bikin Peternak Merugi Besar

Pasalnya, jika mereka mendatangi lebih dari satu kandang dalam satu hari maka dikhawatirkan menjadi perantara dalam penyebaran PMK ke hewan ternak.

"Kami tidak ingin hal itu terjadi, sehingga kebijakan penutupan sementara UPT BPTP ini semata-mata untuk melindungi hewan ternak, saat wabah PMK mereka akan dibuka lagi," ujar Yati Rohayati.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved