Rabu, 13 Mei 2026

Menhan Prabowo Terima Pesawat dan Helikopter Dari PTDI, Perkuat Pertahanan TNI Angkatan Laut

Menhan Prabowo terima pesawat dan helikopter dari PTDI untuk memperkuat pertahanan TNI Angkatan Laut

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
gani kurniawan
Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menghadiri penyerahan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menghadiri langsung penyerahan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Rabu (15/6/2022).

Seremonial serah terima ini juga dihadiri Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, serta Dewan Komisaris dan Direksi PTDI.

Serah terima 1 (satu) unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut yang kemudian akan dioperasikan oleh Skadron 800 Puspenerbal untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan menunjang kebutuhan operasi Puspenerbal. 

Baca juga: PTDI Dukung Pemberdayaan Masyarakat, Lakukan MoU dengan Desa Panjalu Kabupaten Ciamis

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menghadiri langsung penyerahan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Rabu (15/6/2022).
Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menghadiri langsung penyerahan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Rabu (15/6/2022). (gani kurniawan)

Menhan RI Prabowo Subianto mengapresiasi Direktur Utama PTDI atas suasana baru PTDI yang lebih mencerminkan industri teknologi tingi dan menyampaikan tekad untuk terus bekerja keras memperkuat industri pertahanan karena industri pertahanan sesuatu yang vital bagi keselamatan dan kelangsungan hidup bangsa.

Prabowo mencontohkan peristiwa perang Ukraina bisa menjadi pembelajaran bahwa kita tidak pernah tahu kapan ada bahaya atau gangguan dari luar dan dalam terhadap negara.

"Ukraina jarakanya ribuan kilometer dari kita, tempatnya jauh tapi dampaknya sampai ke kita, pelajaran yang harus terima bahwa kita tidak pernah tau kapan ada bahaya dan gangguan dari luar maupun dari dalam, tidak bisa kita ramalkan, kita mengatakan kita tidak punya niat bermusuhan dengan bangsa manapun tapi niat bangsa lain belum tentu menghormati kita, pelajaran sejarah manusia ribuan tahun mengatakan yang kuat akan berbuat seenaknya the strong will do what they can, yang lemah akan menderita the weak suffer what they must, ini sejarah 2500 tahun, karena itu saya mohon kita semua sebagai anak bangsa Indonesia, marilah kita paham dan mengerti dan mari sama-sama menjaga aset-aset bangsa, marilah kita sama-sama menjaga investasi rakyat, marilah kita meraih teknologi”, kata Prabowo Subianto, dalam sambutannya dalam keterangan resmi PTDI.

Baca juga: BUMN Lindungi Negeri, PTDI Dukung Percepat Penanganan Covid-19 dengan Bagikan Masker di 3 Lokasi

Untuk itu, perlu ketahanan kuat untuk mempertahankan kedaulatan Bangsa,

Ia mencotohkan juga hasil kekayaan laut Indonesia yang sangat besar dan perlu dijaga.

Karena itu,pertahanan perlu didukung dengan kelengkapan yang bisa membantu mempertahakan semua yang dimiliki Bangsa Indonesia.

“Hari ini kita menyaksikan suatu penyerahan, hasil kerja PTDI untuk memperkuat TNI, hari ini jajaran Angkatan Laut, tadi saya katakan kita tidak tahu kapan bahaya mengancam karena itu kalau kita mau selamat TNI harus kuat, bangsa ini harus kuat, kekayaan kita luar biasa, negara kita populasi negara ke empat terbesar, dari wilayah teritorial kita juga salah satu terbesar, wilayah kita sama dengan seluruh Eropa, Eropa 27 negara kita 1 negara, mereka punya 27 Angkatan Udara untuk melindungi mereka, mereka punya 20an Angkatan Laut untuk melindungi mereka, kita hanya punya TNI, untuk itulah TNI harus kuat’’, kata Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI.

Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan mengatakan, Pesawat CN235-220 MPA dengan tail number AX-2349 ini merupakan pesawat ke-6 yang dikirimkan PTDI untuk TNI Angkatan Laut sejak tahun 2013 yang secara khusus difungsikan sebagai pesawat patrol maritim, dibekali dengan Mission System yang terintegrasi ke dalam Mission Management System (MMS) dari Nexeya dan beberapa perangkat pendukung misi seperti High Performance Search Radar dengan kemampuan deteksi sejauh 200 Nautical Mile (NM) yang dapat melakukan surveillance atas wilayah permukaan laut secara continue 360o ke segala arah.

Baca juga: PTDI Siap Konversi Pesawat CN235-220 Military Transpot Milik Malaysia Jadi Pesawat Patroli

Dengan tambahan kemampuan Synthetic Aperture Radar (SAR) dan Inverse Synthetic Aperture Radar (ISAR), maka Search Radar yang terpasang dapat memberikan kemampuan tidak hanya mendeteksi keberadaan target, tetapi juga dapat memberikan tampilan citra dari target sejauh 60 NM, jauh sebelum adanya visual contact.

Pesawat yang ditenagai oleh mesin General Electric CT7-9C ini juga dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS) sebagai sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal dan Forward Looking Infra-Red (FLIR) untuk mendeteksi/mengklasifikasikan target, serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi, baik dalam kondisi siang maupun malam hari.

Di samping kemampuan untuk misi operasi patrol maritim, pesawat yang diserahkan ini juga merupakan pesawat PTDI pertama yang telah dimodifikasi dan di-upgrade pada seluruh avionic system-nya dengan menggunakan teknologi terbaru full glass cockpit dan display digital yang terintegrasi, dimana untuk komposisi TKDN-nya sendiri sudah mencapai 42,56 % .

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menghadiri langsung penyerahan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Rabu (15/6/2022).
Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menghadiri langsung penyerahan satu unit Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) Full Mission dan 2 (dua) unit Helikopter AS565 MBe Panther Anti Kapal Selam (AKS) Full Mission dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI untuk TNI Angkatan Laut di Hanggar Aircraft Services PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Rabu (15/6/2022). (Gani Kurniawan)

"Dengan seluruh modifikasi dan pengembangan mission system tersebut, telah terserap 122.000 man hour PTDI di area Engineering, dimana 30,1 % diantaranya merupakan engineer milenial kebanggaan PTDI. Sedangkan, jumlah man hour yang terserap di area Produksi adalah 393.000 man hour, dengan kontribusi tenaga milenial yang sudah mencapai 40 % ," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved