Cengek, Telur dan Daging Ayam Kerek Inflasi di Priangan Timur Jadi di Atas Rata-rata Nasional

Tingkat inflasi di Tasikmalaya, Ciamis dan sekitarnya kini di atas rata-rata Jawa Barat dan di atas angka rata-rata nasional.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
putri puspita/tribunjabar
Cabai rawit di Pasar Kosambi, Kamis (9/6/2022). Melejitnya harga cabai, telur dan daging ayam telah memicu naiknya inflasi di daerah Priangan Timur (Ciams, Tasikmalaya dan sekitarnya). 

TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Melejitnya harga cabai, telur dan daging ayam telah memicu naiknya inflasi di daerah Priangan Timur (Ciams, Tasikmalaya dan sekitarnya).

Tingkat inflasi di Tasikmalaya, Ciamis dan sekitarnya kini di atas rata-rata Jawa Barat dan di atas angka rata-rata nasional.

“Angka inflasi memang cukup tinggi. Tapi masih di bawah 1 % ,” ungkap Darjana, Kepala BI (Bank Indonesia) Wilayah Tasikmalaya  kepada Tribun dan wartawan lainnya usai pembukaan “Galuh Digital Fest” (Pameran produk 50 UMKM binaan BI)  di pelataran Bilboard Taman Raflesia Alun-Alun Ciamis, Sabtu (11/6) siang. Dan “Galuh Digital Fest” ini akan berlangsung sampai Minggu (12/6).

Menurut Darjana, pasca lebaran harga cabai terus melejit. “Apalagi  cabai rawit domba. Hampir seluruh jenis cabai harganya naik. Kecuali cabai ijo, masih normal di kisaran Rp 20.000-Rp 30.000/kg,” katanya.

Informasi dari UMKM pertanian binaan BI, katanya harga cabai rawit  merah (cengek domba) di tingkat petani Sabtu (11/6) sudah menembus angka Rp 70.000/kg. Sementara harga di tingkat eceran sudah jauh di atas Rp 80.000/kg.

Dari pantauan yang dilakukan BI dan Satgas Pangan di tiap daerah wilayah kerja BI menurut Darjana kenaikan harga berbagai jenis cabai tersebut karena menurunnya produksi yang membuat terbatasnya pasokan.

“Menurunnya produksi karena petani menanam cabai dengan target untuk masa panen lebaran. Jadi yang masih dipanen sekarang, adalah kebun cabai sisa panen lebaran,” jelas Darjana.

Untuk membuat pasokan normal kembali menurut Darjana tentu butuh waktu. Butuh waktu satu musim tanam yakni sekitar 3 sampai 4 bulan. “Petani harus nanam dulu, sekarang baru akan panen 3 sampai 4 bulan kemudian,” katanya.

Kondisi tersebut tentu cukup mengkhawatirkan karena mungkin saja kenaikan harga cabai akan berlanjut sampai Iduladha. Mengingat pada hari raya kurban tersebut akan terjadi peningkatan cabai yang cukup tinggi termasuk bumbu lainnya seperti bawang.

Guna menekan kenaikan harga cabai di wilayah Priangan Timur menurut Darjana hal yang mungkin dilakukan adalah mendatangkan cabai dari daerah lain. Perlu ada pasokan dari sentra produksi cabai dari daerah lainnya.

Langkah lainnya, saat pasokan berkurang hal yang perlu dilakukan adalah mengurangi permintaan. “Jadi sekarang ibu-ibu belanja cabainya dikurangi. Kurangi penggunaan cabai saat masak memasak,” saran Darjana.

Upaya dari tingkat rumah tangga yang juga bisa dilakukan adalah menanam cabai, cengek di pekarangan atau kebun masing-masing minimal untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Sementara kenaikan harga telur yang juga menyumbang tingginya angka inflasi di Ciamis dan Tasikmalaya ungkap Durjana juga tersebab menurunnya produksi telur. Populasi ayam petelur menurun karena banyak peternak dihadapkan kenaikan pakan. Kenaikan pakan dan menurunnya populasi berdampak pada pasokan telur ke pasar-pasar lokal. Kenaikan harga pakan dipicu oleh kenaikan harga jagung.

“Langkah yang mungkin dilakukan adalah perlunya kerjasama daerah dalam pengadaan jagung. Seperti yang ditempuh Pemda Blitar yang bekerjasama dengan Bulog untuk mendatangkan jagung dari Dompu (NTB). Blitar adalah salah satu sentra produksi telur,” katanya.

Untuk menekan harga telur di wilayah Priangan Timur katanya bisa juga ditempuh dengan mendatangkan telur dari luar daerah. Biasanya dari Blitar. “Tetapi Blitar sendiri sekarang juga menghadapi demand yang tinggi,” ujar Darjana.

Kondisi serupa juga terjadi di komoditi ayam pedaging. Pasokan ayam pedaging menurun sehingga memicu kenaikan harga. Peternak ayam pedaging juga menghadapi masalah kenaikan harga pakan.

“Pasca lebaran, harga sejumlah komoditi memang naik. Seperti cabai, telur, daging ayam dan juga bawang merah. Hal ini telah memicu kenaikan angka inflasi,” imbuhnya.

BI sendiri menurut Darjana hari Senin (13/6) akan mengelar rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang akan dihadiri pimpinan daerah lima kabupaten/kota yang menjadi wilayah kerja BI Tasikmalaya. Yakni Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved