Tanah Ambles hingga Ancam Badan Jalan, Jalur Jalan Banjaranyar-Pangandaran Terancam Putus

Tebing jalan ambles sepanjang 8 meter, runtuh ke jurang sedalam 4 meter. Gorong-gorong selokan Kaligamping juga ambles terbawa runtuhan tebing.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ Dok Camat Banjaranyar
Ambles – Ruas jalan raya Banjaranyar (Ciamis)-Parigi (Pangandaran) ambles di Blok Entrong Dusun Kaligamping Desa Kalijaya Kecamatan Banjaranyar Ciamis. Jalur jalan ini merupakan jalan alternatif dari arah Ciamis menuju Pangandaran bila jalur Banjarsari-Kalipucang-Pangandaran macet, seperti waktu libur lebaran lalu 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Jalur jalan raya yang menghubungkan Banjaranyar (Kabupaten Ciamis) dengan Parigi (Kabupaten Pangandaran) terancam menyusul runtuhnya tebing jalan di Blok Entrong Dusun Kaligamping Rt 15 RW 04 Desa Kalijaya Kecamatan Banjaranyar.

Tebing jalan ambles sepanjang 8 meter, runtuh ke jurang sedalam 4 meter. Gorong-gorong selokan Kaligamping juga ambles terbawa runtuhan tebing.

Runtuhan tebing tersebut mengancam badan jalan yang ada di atasnya. Yakni jalan raya Banjaranyar-Parigi yang merupakan jalur alternatif menuju Pangandaran dari arah Ciamis ketika jalan raya Banjarsari-Kalipucang-Pangandaran padat, atau macet.

Baca juga: Detik-detik Rumah Warga di Indramayu Hancur karena Tanah Ambles, Warga Geger Dengar Suara Nyaring

“Kejadiannya hari Selasa (31/5) sore sekitar pukul 16.00. Waktu hujan lebat,” ujar Camat Banjaranyar, Drs H Anto Risyanto MPd kepada Tribun Kamis (2/6/2022).

Diperkirakan akibat guyuran hujan lebat Selasa (31/5) sore , tebing ruas jalan kabupaten di Kaligamping tersebut ambles dan runtuh. Tidak hanya bahu jalan, sebagain badan jalan aspal juga terbawa serta.

“Badan jalan juga ikut ambles sekitar 15 cm, tidak hanya bahu jalan. Kejadiannya sudah dilaporkan ke BPBD dan Dinas PUPR (Ciamis),” katanya.

Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan, menurut Camat Anto, ruas jalan yang ambles di Kaligamping tersebut dipasang rambu-rambu darurat berupa rentangan tali dan bambu. Tapi arus kendaraan yang lewat terpaksa digilir, searah-searah.

“Sudah dipasang rambu-rambu darurat. Kendaraan masih bisa lewat, termasuk truk. Tapi searah-searah, sistem buka tutup. Sementara ada warga yang mengatur arus kendaraan,” ujar Camat Banjaranyar, Anto Risyanto.

Namun dianjurkan kendaraan yang lewat lokasi untuk hati-hati terlebih bila turun hujan. Khawatir terjadi longsor susulan.

Baca juga: Fenomena Tanah Ambles di Indramayu Bikin Panik Warga, Retakan Ada di Beberapa Titik, 2 Rumah Hancur

“Seperti hari ini sejak siang sampai sore hujan terus menerus turun. Tambah sore tambah lebat,” katanya

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved