Daftar Hari Ini Berangkat 21 Tahun Lagi, Kuota Haji dari Ciamis Capai 19 Ribu Orang

Dari 585 orang calhaj asal Ciamis yang sudah melunasi BPIH tahun 2020 tapi gagal lagi berangkat tahun ini karena adanya pembatasan kuota

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Associated Press/Mosa'ab Elshamy
Jemaah haji mengeliling Ka’bah di Mekkah, Saudi Arabia. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Dari 585 orang calon haji asal Ciamis yang sudah melunasi BPIH tahun 2020 tapi gagal lagi berangkat tahun ini karena adanya pembatasan kuota (46 persen) dan pembatasan umur maksimal 65 tahun ada yang berencana mengundurkan dan memilih akan menarik kembali BPIH yang sudah dilunasi.

“Memang ada informasi semacam itu. Bahkan sudah ada calhaj yang ngomong langsung ke saya. Ada sejumlah calhaj yang berencana mengundurkan diri. Bahkan berencana akan menarik BPIH yang sudah dilunasi tahun 2020 lalu,” ujar Kepala Kantor Kemenag Ciamis, H Asep Lukman kepada Tribun seusai pembukaan pembinaan dan bimbingan manasik haji di Gedung Dakwah Islamic Center Ciamis, Rabu (1/6/2022) siang.

Dari sejumlah calhaj yang berencana mengundurkan diri bahkan ada yang berniat menarik kembali BPIH yang sudah dilunasi tersebut menurut H Asep sebagian dari kalangan usia lansia yang gagal berangkat tahun ini lantaran tidak memenuhi kriteria usia maksimal 65 tahun.

 “Ya, dari kalangan usia di atas 65 tahun,” katanya.

Pihaknya menurut H Asep sudah menganjurkan yang bersangkutan untuk bersabar.

“Sayang, kan, sudah bertahun-tahun menunggu, tiba-tiba sekarang akan mengundurkan diri. Mudah-mudahan tahun depan ada perubahan ketentuan. Misalnya tidak ada lagi pembatasan usia. Calhaj usia di atas 65 tahun diperbolehkan berangkat. Harapannya begitu. Dan harapannya kuota haji pulih kembali seperti semula, bahkan mungkin bertambah,” ujar H Asep.

Menurut H Asep Lukman, dari 1.093 calon jamaah haji asal Ciamis yang sudah melunasi BPIH (ONH) tahun 2020 tapi gagal berangkat gara-gara pandemi Covid-19 dan pemberangkatan calhaj dari Indonsia ditiadakan.       

Tahun 2022 ini pemberangkatan calhaj kembali dimulai, tapi adanya pembatasan kuota (46 persen) dan adanya kriteria umur (maksimal 65 tahun).

Menurut H Asep, yang terpilih berangkat tahun ini berdasarkan sistem Siskohaj dari Ciamis hanya 508 orang, sedangkan 585 batal berangkat tahun ini meski sudah melunasi BPIH/ONH.

Tidak hanya yang gagal berangkat dari tahun ini, menurut H Asep, yang berniat untuk mundur tersebut di antaranya juga dari yang sudah daftar dan namanya sudah masuk daftar waiting list (daftar tunggu).

“Mudah-mudahan niat tersebut jangan sampai terjadi,” harapnya.

Sampai Rabu (1/6/2022) jumlah warga Ciamis yang sudah mendaftar untuk naik haji dan namanya sudah masuk daftar waiting list menurut H Asep Lukman, jumlahnya mencapai 19.000 orang lebih.

“Waiting list sampai hari ini sudah mencapai 19.000 orang. Artinya yang daftar hari baru angkat berangkat 21 tahun lagi. Itu pun kalau kuota haji Ciamis normal lagi ke angka 1.000 lebih. Coba kalau dihitung dengan kuota tahun 2022 ini hanya 508 orang. Mungkin baru 30 tahun kemudian bisa berangkat haji. Jadi semuanya memang butuh kesabaran,” ujar H Asep Lukman.

Baca juga: Didaftarkan Sejak SMP, Nida Gadis 25 Tahun Jadi Jemaah Haji Termuda dari Majalengka, Siapkan Doa Ini

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved