Geger Kijang Liar Tersesat dan Masuk Kelas di Ciamis Kota, BKSDA: Fenomena Langka dan Unik

Seekor kijang liar tiba-tiba masuk ke ruang kelas SDN 5 Maleber yang ada di Ciamis kota.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kijang liar yang ditangkap warga setelah masuk ruang kelas di SDN 5 Maleber, Ciamis. 

Misalnya karena populasi kijang sudah over populasi, individu kijang tersebut memilih menjauh dari habitatnya dengan melintas koridor satwa sepanjang Sungai Cimamut tersebut sehingga ia tersesat.     

Selama ini yang beberapa kali terjadi di SM Gunung Sawal menurut Dede, adalah kejadian macan tutul (Phantera pardus) yang turun ke permukiman warga sehingga menimbulkan konflik dengan warga di sisi Gunung Sawal.

Karena macan tutul yang turun ke pemukiman warga tersebut memangsa ternak milik warga. Kejadian yang menimpa si Abah (macan tutul penguasa Gunung Sawal) menjadi salah gambaran konflik satwa penghuni SM Gunung Sawal dengan warga di desa sekitar hutan.

“Tapi kejadian kali ini bukan macan tutul melainkan menimpa seekor kijang biasa yang diduga masih liar. Tersesat jauh ke sekolah yang berada di pemukiman padat penduduk,” katanya.

Namun yang pasti kijang yang tersesat masuk ruang kelas II  SDN 5 Maleber Selasa pukul 08.00 pagi tersebut telah membuat panik Yanti Srinovianti SPd (29).

Yanti, asal Dusun Cibitung Desa/Kecamatan Cimaragas Ciamis tersebut sedang sendirian di dalam kelas, sementara 8 murid kelas II sedang belajar olahraga di luar kelas.

“Saya sempat panik. Lari cepat-cepat keluar melalui pintu belakang. Kijang itu tiba-tiba masuk ruang kelas dari pintu yang memang sedang terbuka,” ujar Yanti, guru kelas yang masih berstatus guru honorer tersebut.

Dengan cepat pintu depan juga ditutup sehingga kijang nyasar tersebut terkurung di dalam kelas.

Warga pun berdatangan, Ketua RW 08 dan Ketua RT 04 Lingkungan Blender bersama seorang warga nekat masuk ke dalam ruang kelas menangkap kijang tersesat tersebut.

“Kami bertiga menangkap kijang itu pakai jaring net bola voli. Kijangnya sempat liar, lari-lari sehingga ruang kelas jadi acak-acakan. Gamelan dan alat-alat musik serta alat olahraga juga ditendang oleh kijang. Mungkin kijangnya juga panik,” ujar Iwan Irawan, Ketua RW 08 Blender.

Setelah kijangnya berhasil ditangkap dengan jaring dan kemudian diikat menurut Iwan, menceuk tersebut diserahkan kepada petugas BKSDA yang cepat datang ke lokasi setelah diberitahu warga.

“Kijangnya sudah diserahkan ke BKSDA,” katanya.

Menurut Dede Nurhidayat, kijang yang nyasar masuk ruang kelas di SDN 5 Malaber tersebut kini sudah diamankan di BKSDA Wilayah III Jabar di Ciamis.

“Sudah diamankan di BKSDA, perlu perawatan. Ada luka di kaki dan beberapa bagian tubuh. Luka baru, masih berdarah. Kami menunggu kedatangan dokter hewan untuk pengobatan dan pemeriksaan kesehatan kijang tersebut,” ujar Dede Nurhidayat.

Baca juga: Seekor Kijang Nyasar Masuk Kelas SD di Ciamis, Kaki Kirinya Terluka Kemungkinan Menendang Gamelan

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved