Sidak ke Panjunan, Komisi II DPRD Kota Cirebon Dengar Keluhan Warga Soal Program Kotaku

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Watid Sahriar, mengakui saluran pembuangan merupakan belum dikerjakan dalam program Kotaku di Kelurahan Panjunan

Humas DPRD Kota Cirebon
Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati (kedua kiri), saat sidak pembangunan program Kotaku di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- DPRD Kota Cirebon melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pengerjaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (25/5/2022).

Dalam sidak itu, sejumlah legislator termasuk Ketua DPRD Kota Cirebon, Affiati, dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ( DPRKP ) Kota Cirebon, tampak meninjau cakupan kawasan Kotaku.

Saat itu, sejumlah warga mengeluhkan permasalahan saluran pembuangan yang masih berkaitan dalam program Kotaku, sehingga rombongan Affiati pun langsung mendiskusikannya untuk mencari solusinya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon, Watid Sahriar, mengakui saluran pembuangan merupakan bagian yang belum dikerjakan dalam program Kotaku di Kelurahan Panjunan.

Menurutnya, secara perencanaan saluran itu nantinya terhubung dengan septic tank komunal di kawasan itu.

Baca juga: Satpol PP Cirebon Tertibkan PKL yang Jualan di Trotoar & Badan Jalan, Ada yang Dagangannya Diamankan

"Hingga kini belum terkoneksi karena salurannya juga belum clear dan sidak ini berdasarkan permintaan dari warga," kata Watid Sahriar saat ditemui seusai sidak.

Ia mengatakan, dari hasil diskusi bersama warga dan DPRKP, disepakati agar semua pihak saling berkomunikasi secara intensif untuk menyelesaikan permasalahan saluran pembuangan.

Ia mengakui anggaran pembangunan termasuk koneksi saluran pembuangan dan septic tank komunal itu berasal dari pemerintah pusat dan program Kotaku.

"Jika pembangunannya belum rampung dan anggaran dari pusat telah habis, maka kami menyarankan DPRKP mengajukan anggaran tambahan," ujar Watid Sahriar.

Sub Koordinator Teknik Tata Bangunan dan Perumahan DPRKP Kota Cirebon, Aniah, menyampaikan, pengerjaan program Kotakau di Kelurahan Panjunan sesuai yang direncanakan.

Baca juga: INILAH 13 Pesantren di Cirebon yang Ikut Liga Santri PSSI Piala Kasad

Ia mengakui masih terdapat sejumlah keluhan yang datang dari warga yang merasa khawatir kawasan tempat tinggalnya rawan banjir rob.

"Sebenarnya secara teknis sesuai kajian, tapi warga khawatir adanya pembangunan program Kotaku menyebabkan banjir rob," kata Aniah.

DPRD memastikan telah menyosialisasikan kepada warga mengenai rencana pengerjaan program Kotaku sejak 2018.

Hingga kini, satu pekerjaan yang belum diselesaikan ialah saluran pembuangan, tetapi pihaknya masih menunggu anggaran dari pemerintah pusat untuk memulainya.

 

 


Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved