Breaking News:

Pengadilan Agama Belum Terima Gugatan dari Kasus Istri Bersuami Dua di Cianjur

Ia mengatakan, kasus perceraian di Kabupaten Cianjur masih tinggi. Sampai pertengahan 2022, ada sekitar 1.400 lebih gugatan yang sudah masuk

Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Kantor Pengadilan Agama Cianjur di Jalan Raya Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR- Humas Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur, Mumu Mumin Muktasidin SHI, mengatakan belum ada gugatan cerai dari kasus istri bersuami dua yang sempat viral.

Ia mengatakan, sang suami sah sudah mengatakan talak tiga. 

"Saya tahunya dari media, namun belum ada gugatan masuk ke Pengadilan Agama," katanya, Selasa (24/5/2022).

Ia mengatakan, kasus perceraian di Kabupaten Cianjur masih tinggi. Sampai pertengahan 2022, ada sekitar 1.400 lebih gugatan yang sudah masuk ke Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur.

Faktor ekonomi, masih menjadi salah satu pemicu tingginya kasus perceraian khususnya di Kabupaten Cianjur, dengan alasan banyak istri yang bekerja sedangkan suami hanya di rumah.

Ia mengatakan, pada pertengahan 2022, sudah ada lebih dari 250 permohonan gugatan cerai yang masuk ke Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur.

Baca juga: Ancaman Pidana Kasus Istri Punya 2 Suami di Cianjur, Suami Dikhianati Lahir Batin Tapi Cabut Laporan

"Dibanding tahun sebelumnya menurun. Tahun sebelumnya sampai 3.000 lebih gugatan pada pertengahan tahun."

"Kita husnudzon aja, mungkin karena tingkat kesadaran masyarakat atau tingkat kebahagiaan tinggi, tapi juga kami tidak tahu kalau menjelang akhir tahun apakah akan lebih meningkat atau menurun."

"Bisa juga karena kami sudah melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Pengadilan Negeri kalau panjer dinaikan, jadi mereka keberatan," ujar Mumu.

Ia mengatakan, sampai saat ini, Istri masih mendominasi sebagai penggugat, artinya kata Mumu, permohonan gugatan cerai masih banyak dilakukan oleh seorang istri kepada tergugat.

Menurutnya, 90 persen kasus perceraian di Pengadilan Negeri Cianjur dilatarbelakangi faktor ekonomi.

"Dari berbagai kasus perceraian hampir semua bermasalah dengan itu dan itu dibenarkan oleh suami juga, tapi menurut mereka (pembela), karena kan sekarang susah mencari nafkah, susah nyari kerja," katanya.

Ia juga tak menampik, banyaknya perempuan yang bekerja menjadi salah satu dasar istri menggugat cerai suaminya.

Baca juga: Perseteruan dengan Hotman Paris Ternyata Berawal dari Kasus Perceraian Hotma Sitompul-Desiree

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved