Selasa, 5 Mei 2026

TERUNGKAP, Modus dan Alasan Ustaz Abdul Somad Dicekal Pemerintah Singapura, UAS Dianggap Ekstremis?

Kemendagri Singapura membeberkan alasan Ustaz Abdul Somad dicekal atau ditolak di negaranya, mengungkap modus UAS dan soroti ajaran dianggap ekstremis

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hermawan Aksan
Instagram/@ustadzabdulsomad_official
Terungkap, modus dan alasan Ustaz Abdul Somad dicekal pemerintah Singapura, UAS dianggap ekstremis? 

TRIBUNJABAR.ID - Tindakan pemerintah Singapura terhadap Ustaz Abdul Somad yang dicekal tak diizinkan masuk ke negaranya menimbulkan perbincangan hangat di publik.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad mengaku dirinya ditahan di Imigrasi Singapura di ruangan 1x2 meter.

Ustaz Abdul Somad awalnya menduga ia dideportasi dan dicekal Singapura.

Dalam keterangannya, UAS mengaku ia mengunjungi Singapura hanya untuk berlibur.

Namun, Dubes RI untuk Singapura kemudian mengklarifikasi Ustaz Abdul Somad hanya tak diizinkan masuk.

Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Buka Suara Soal Ustaz Abdul Somad Dicekal, Minta Pemerintah Singapura Hal Ini

Pria yang akrab disapa UAS itu bahkan sempat mempertanyakan alasan dirinya tak diizinkan masuk ke negara Kota Singa tersebut.

Sejak kabar itu mencuat, ia pun tak mengetahui penjelasan pasti terkait alasan dirinya dicekal pemerintah Singapura.

Kini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Singapura akhirnya buka suara.

Kemendagri Singapura membeberkan alasan Ustaz Abdul Somad dicekal atau ditolak di negaranya.

Dikutip dari Kompas.com, diungkap Kemendagri Singapura, UAS tak diizinkan masuk karena terkait konten ceramah UAS.

Lewat keterangan tertulis, Kemendagri Singapura mengungkap sosok Ustaz Badul Somad dianggap sebagai penceramah ekstremis.

Menurutnya, Ustaz Abdul Somad dicekal karena ajarannya yang terlarang di Singapura.

UAS dianggap ekstremis yang merendahkan komunitas agama lain secara terbuka.

"Ia membuat pernyataan yang merendahkan anggota komunitas agama lain," begitu bunyi keterangan tertulis Kemendagri Singapura, dikutip dari Kompas.com, Rabu (18/5/2022).

Selain dianggap sebagai penceramah ekstremis, UAS juga dianggap segregasionis (pemecah belah).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved