Breaking News
Senin, 13 April 2026

Yusril Ihza Mahendra Buka Suara Soal Ustaz Abdul Somad Dicekal, Minta Pemerintah Singapura Hal Ini

Menanggapi kabar Ustaz Abdul Somad dicekal di Singapura, Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra buka suara, minta pemerintah Singapura hal

Editor: Hilda Rubiah

TRIBUNJABAR.ID - Menanggapi kabar Ustaz Abdul Somad dicekal di Singapura, Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra buka suara.

Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan unggahan Ustaz Abdul Somad terkait dirinya dicekal di Singapura.

Mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra meminta Pemerintah Singapura memberikan penjelasan resmi terkait pencekalan terhadap Ustaz Abdul Somad.

Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad lewat akun Instagram @ustadzabdulsomad_official, menyampaikan kabar tak mengenakkan tentang dirinya, pada Senin (16/5/2022). UAS ditahan Imigrasi Singapura dan dideportasi.

Baca juga: Ustaz Abdul Somad Dideportasi Singapura, Ditarik, Dimasukkan ke Ruangan Sempit, PKS Bereaksi Keras

"Pemerintah Singapura berkewajiban menjelaskan pencekalan terhadap Ustaz Abdul Somas (UAS), mengingat beliau adalah seorang ulama yang sangat dihormati masyarakat Indonesia," kata Yusril dalam keterangannya, Selasa (17/5/2022).

Meski menurutnya, istilah pencegahan lebih tepat atas perlakuan terhadap Ustaz Abdul Somad dan bukan deportasi, tetap harus ada penjelasan dari Pemerintah Singapura agar tidak menimbulkan spekulasi yang tidak bertanggung jawab di masyarakat.

"Istilah yang lebih tepat terhadap perlakuan atas UAS adalah "pencegahan" bukan deportasi, sebab UAS masih berada dalam area Imigrasi Singapura dan belum benar-benar masuk ke negara itu. Kalau UAS sudah melewati area Imigrasi dan diperintahkan meninggalkan negara itu, barulah namanya dideportasi," jelas Yusril.

"Apapun juga jenis tindakan keimigrasian terhadap UAS harus dijelaskan agar tidak timbul spkekulasi dan salah paham," ujarnya

Apalagi dalam konteks ASEAN Community, penolakan terhadap kehadiran UAS dapat menimbulkan tanda tanya dalam hubungan baik antar etnik Melayu dan Islam di Asia Tenggara.

UAS selama ini dikenal sebagai ulama garis lurus yang tidak aktif berurusan dengan kekuasaan dan hubungan antar negara.

Apalagi kehadiran UAS ke Singapura adalah kunjungan biasa, bukan untuk melakukan kegiatan ceramah, tabligh dan sejenisnya yang bisa menimbulkan kekhawaritan Pemerintah Singapura.

Baca juga: Awal Mula Ustaz Abdul Somad Dideportasi dari Singapura, Niat Liburan Malah Dikurung di Ruang Sempit

Terakhir Yusril menyambut baik sikap pro aktif Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk menghubungi Imigrasi Singapura untuk minta penjelasan terhadap kasus yang dihadapi UAS.

"Kemenlu juga dapat melakukan hal yang sama dengan memanggil Dubes Singapura di Jakarta untuk memberi penjelasan mengapa sampai terjadi pencegahan terhadap UAS,' ucapnya.

Sebelumnya Ustaz Abdul Somad atau UAS membagikan kabar kurang mengenakkan terkait sikap Singapura.

Ustaz Abdul Somad ditahan di Imigrasi Singapura dan dideportasi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved