Kamis, 16 April 2026

Korea Utara Baru Dilanda Pandemi Covid-19, Pekan Ini Dilaporkan Ada Kasus Kematian

Korea Utara baru mengumumkan warganya tertular virus corona pada Kamis 12 Mei 2022, setelah pandemi melanda dunia sejak 2020.

Editor: Mega Nugraha
Kim Jong-un/GETTY IMAGES
Potret pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un 

TRIBUNJABAR.ID- Korea Utara baru mengumumkan warganya tertular virus corona pada Kamis 12 Mei 2022, setelah pandemi melanda dunia sejak 2020.

Dikutip dari Reuters, Korea Utara sudah mendeteksi wabah sub varian dari varian Omicron yang sangat menulari dari virus corona, dikenal BA.2.

Media pemerintah Korea Utara, KCNA, menyebut, pemerintah Korut menerapkan sistem pengendalian darurat maksimum.

KCNA menyebut, pemerintah mendapat kepastian kasus pertama berdasarkan sampel yang dikumpulkan dari sejumlah pasien yang mengalamo demam pada Minggu 10 Mei di Pyongyang.

Dari pemeriksaan sample, ternyata ditemukan pasien dengan kasus varian Omicron.

Laporan KCNA juga menyebut bahwa pemimpin Korut Kim Jong Un bersumpah akan mengatasi krisis yang tak terduga ini.

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia pada awal 2020, di Indonesia pada 19 Maret 2020, Korut menutup perbatasan untuk mencegah penularan.

Terbaru, Korea Utara menangguhkan layanan kereta barang lintas batas antara negaranya dengan China. Itu dilakukan setelah China kembali mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Sementara itu, pada Sabtu (14/5/2022), pemerintah Korut melaporkan 21 kasus kematian tambahan karena demam.

Media pemerintah menyebut ada 174.440 kasus demam baru pada Jumat (13/5/2022).

Sementara 21 orang telah meninggal, saat dipindahkan ke sistem karantina darurat maksimum dalam upaya untuk memperlambat penyebaran penyakit melalui populasi yang tidak divaksinasi.

"Pada 13 Mei, 174.440 kasus demam baru dilaporkan secara nasional, 81.430 sembuh, dan 21 meninggal," kata laporan KCNA, sebagaimana dilansir CNA.

Laporan KCNA tidak merinci apakah para korban positif Covid-19.

Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa negara itu tidak memiliki kapasitas untuk tes massal.

"Jumlah orang sakit secara nasional adalah 524.440, di antaranya 234.630 sembuh total, 288.810 menerima perawatan, dan jumlah kematian sejauh ini 27," tambahnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved