Soal Hepatitis Akut, Dokter Minta Orangtua Tak Perlu Panik dan Khawatir, Ini Sebabnya

Kendati demikian, kewaspadaan tentunya diperlukan untuk menghadapi penyakit ini, karena kemunculan penyakit ini belum diketahui penyebabnya.

Editor: Ravianto
SHUTTERSTOCK
ilustrasi penyakit hepatitis 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNJABAR.ID, SINGAPURA - Dunia kini dikejutkan oleh munculnya penyakit baru yakni hepatitis akut yang ditemukan pada anak-anak di banyak negara, padahal pandemi virus corona (Covid-19) belum berakhir.

Lalu apa saja hal yang perlu diwaspadai para orangtua terkait penyakit yang diketahui menyerang kelompok usia anak ini?

Kepala Layanan Gastroenterologi, Hepatologi dan Nutrisi di Rumah Sakit Wanita dan Anak (KKH) KK Singapura, Dr Chiou Fang Kuan mengatakan, sebenarnya para orang tua tidak perlu terlalu khawatir.

Kendati demikian, kewaspadaan tentunya diperlukan untuk menghadapi penyakit ini, karena kemunculan penyakit ini belum diketahui penyebabnya.

"Para orangtua dan wali tidak perlu khawatir. Sebaliknya, mereka harus waspada terhadap tanda-tanda hepatitis dan meminta informasi kepada pihak medis jika khawatir," kata Dr. Fang Kuan.

Sementara itu, Dr Nancy Tan dari Klinik Bayi dan Anak SBCC di Mount Elizabeth Novena mengatakan bahwa orang tua harus waspada dan mengetahui tentang apa yang harus diperhatikan.

Namun mereka tidak perlu 'terlalu khawatir', karena jumlah kasusnya tidak tinggi.

Pendapat yang sedikit berbeda disampaikan Konsultan Dokter Anak di Thomson Pediatric Centre, Dr Ang Ai Tin.

"Mengingat bahwa ada 4 kematian, termasuk 3 yang dilaporkan di Indonesia dalam wabah global dan 17 kasus memerlukan transplantasi, kasus-kasus tersebut tentu 'menjadi perhatian'," kata Dr Ai Tin.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved