Rabu, 13 Mei 2026

Mengenal Terapi Sel T Car dan Cara Kerjanya untuk Pengobatan Kanker Darah

Sel T Chimeric antigen receptor atau Sel T Car jadi metode medis untuk pengobatan kanker, penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Tayang:
Editor: Mega Nugraha
ISTIMEWA
ilustrasi kanker 

Sel T adalah sel darah putih yang mendeteksi dan menghancurkan sel abnormal dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Nah, pada pasien kanker darah, kemampuan sel T terganggu sehingga tidak dapat mendeteksi atau menghancurkan sel-sel kanker tersebut.

Sel T sendiri efektif dalam mengobati pasien relaps dengan kanker darah tipe Leukemia Limfoblastik Akut (ALL) dan Kanker Limfoma Non-Hodgkin seperti Diffuse Large B-Cell Lymphoma (DLBCL).

Sama dengan pengobatan lainnya, terapi Sel T CAR juga punya efek samping seperti Immune Effector Cell-Associated Neurotoxicity Syndrome (ICANS) yang pengaruhi sistem saraf pusat.

Kemudian efek samping CRS atau penyakit multisistemik yang berkembang setelah pengobatan Sel T CAR, seperti demam tinggi dan merinding, kesulitan bernapas, sakit kepala, detak jantung yang cepat, dan seterusnya.

CRS dapat muncul beberapa minggu setelah proses dimasukkannya Sel T ke dalam tubuh, tetapi biasanya terjadi dalam dua minggu.

Kategori Pasien yang Tidak Bisa Ikuti Terapi Sel T Car

Ada beberapa kategori pasien yang tidak bisa jalani terapi sel T Car. Seperti pasien yang memiliki hipertensi intrakranial atau tidak sadarkan diri, gagal pernapasan, pasien dengan koagulasi intravaskular diseminata, dan pasien hematosepsis atau infeksi aktif yang tidak terkendali.

“PCC akan terus mengembangkan keahlian dan layanan agar dapat senantiasa memberikan pengobatan kanker darah yang terkini. Kami selalu melihat ke masa depan. Penting bagi kami untuk terus membangun tim agar dapat memperluas jejak layanan kami dan memberikan pengobatan paling mutakhir seperti terapi Sel T CAR ini,” kata Dr Colin.

Cara Kerja Terapi Sel T Car

Pada pengobatan Sel T CAR, ada proses yang harus dilewati oleh pasien. Dimulai dengan skrining dan mengambil Sel T, diikuti oleh proses modifikasi Sel T.

Kemudian melakukan kemoterapi sebelum Sel T dimasukan kembali, proses memasukan Sel T CAR itu sendiri, dan terakhir adalah fase pemulihan dan pemantauan.

Kemudian, Sel T dipisahkan dan dipindahkan ke laboratorium untuk dimodifikasi. Proses ini dilakukan dengan memasukkan gen Chimeric Antigen Receptor (CAR) ke dalam Sel T.

Proses selanjutnya yakni memasukkan kembali Sel T CAR ke dalam tubuh. Dalam proses ini, pasien akan diberikan kemoterapi untuk menurunkan jumlah sel imun di dalam tubuh dan mempersiapkannya untuk menerima Sel T CAR tersebut.

Begitu Sel T CAR mulai mengikat sel-sel kanker di dalam tubuh, mereka akan mulai bertambah jumlahnya dan menghancurkan sel-sel kanker.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved