Ini 3 Produsen Minyak Goreng dan Produknya yang Terjerat Kasus Ekspor Minyak Goreng, Bikin Langka

Berikut profil ketiga perusahaan swasta dan produknya yang terjerat kasus izin ekspor minyak goreng

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Warga menyerbu truk tangki minyak goreng yang harganya lebih murah di Pasar Ciranjang, Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kasus ekspor minyak goreng menyeret Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen PLN Kemendag) Indrasari Wisnu Whardana.

Indrasari Wisnu Whardana telah ditetapkan sebagai tersangka kasus perdagangan minyak goreng.

Tak sendiri, aparat pun menetapkan tiga tersangka lainnya, sehingga total ada empat tersangka yang ditetapkan Kejagung.

Ketiga tersangka lainnya adalah pihak swasta.

Baca juga: Mafia Minyak Goreng Diminta Diusut Tuntas, Ini Cara Mafia Buat Minyak Goreng Langka di Indonesia

"Tersangka ditetapkan empat orang. Yang pertama pejabat eselon I pada Kementerian Perdagangan bernama IWW, Direkrut Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan," beber Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

Kejagung membeberkan ketiga tersangka lainnya adalah Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) berinisial SMA, dan General Manager di PT Musim Mas berinisial PT sebagai tersangka.

Berikut profil ketiga perusahaan swasta yang terjerat kasus izin ekspor minyak goreng:

1. Wilmar Nabati Indonesia

PT Wilmar Nabati Indonesia merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak 1989. Sebelumnya, perusahaan ini bernama Bukit Kapur Reksa (BKR). Sejak semula, perusahaan bergerak di bidang produksi minyak goreng.

Perusahaan ini berbasis di Dumai, Riau untuk memudahkan aktivitas Wilmar Nabati dalam melakukan ekspor produksi yang didukung fasilitas dermaga.

Bahkan, saat ini Wilmar Nabati disebut-sebut sebagai perusahaan dengan kelolaan perkebunan sawit terbesar di dunia, terutama berlokasi di Indonesia dan Malaysia.

Wilmar Nabati merupakan bagian dari Wilmar International Group yang identik dengan Konglongmerat Martua Sitorus.

Sejauh ini, Wilmar Nabati mengelola perkebunan sawit yang tersebar di Sumatra dan Kalimantan. Produk hilir Wilmar yakni minyak goreng merek Sania Royale dan Fortune.

Baca juga: Profil Tiga Produsen Minyak Goreng Diduga Biang Kerok Minyak Goreng Langka di Indonesia

Wilmar Nabati Indonesia mengoperasikan sekitar 160 pabrik dan mempekerjakan sekitar 67.000 karyawan yang ada di lebih dari 20 negara. Namun, produksinya fokus di Indonesia, Malaysia, China, India, dan Eropa.

2. Musim Mas

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved