Ramadan 1443 H

Bolehkah Mengganti Utang Puasa Haid dengan Fidyah Bukan dengan Qadha? Begini Penjelasan Buya Yahya

Simak penjelasan mengganti utang puasa haid dengan fidyah bukan dengan qadha menurut Buya Yahya.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: taufik ismail
grid.id/dreamstime
Ilustrasi Haid 

TRIBUNJABAR.ID - Apakah bisa mengganti utang puasa haid dengan fidyah bukan dengan qadha?

Ini jawabannya menurut Buya Yahya.

Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan adalah suatu kewajiban bagi seluruh umat muslim.

Tetapi ada beberapa golongan yang tidak diwajibkan, satu di antaranya adalah perempuan haid.

Bagi golongan yang tidak berpuasa dianjurkan membayar fidyah atau mengganti utang puasa dengan qadha.

Dilansir dari TribunnewsWiki.com, Buya yahya mengatakan ada beberapa golongan yang dianjurkan agar membayar fidyah jika tidak bisa mengqadha puasa.

Pertama, orang sakit yang secara umum ditetapkan sulit untuk semuh kembali.

“Kalau orang sakit yang tidak akan bisa sembuh, ya bagaimana bisa mengqadhanya?” tutur Buya Yahya.

“Karena tidak bisa sembuh, tidak ada qadha, adanya fidyah,” lanjutnya.

Kedua, orang tua atau orang yang lemah, sudah tidak mampu lagi berpuasa.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved