Soal Kenaikan Harga-harga, Mahasiswa IKOPIN University Akan Demo Datangi DPRD Sumedang Besok
Mahasiswa Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) berencana menggelar unjuk rasa untuk menanggapi soal kenaikan harga BBM, tarif pajak dan
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Belasan Mahasiswa Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) berencana menggelar aksi unjuk rasa untuk menanggapi soal kenaikan harga BBM, tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dan kelangkaan minyak goreng.
Informasi yang dihimpun TribunJabar.id, aksi unjuk rasa tersebut bakal dipusatkan di depan Gedung DPRD Sumedang, Senin besok (11/4/2022).
"Kalau kita lebih menanggapi soal kenaikan harga BBM, tarif PPN, dan kelangkaan minyak goreng. Tidak menyampaikan wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, dan mengenai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), kata Maulana Malik, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ikopin kepada TribunJabar.id melalui pesan singkat, Minggu (10/4/2022).
Meski begitu, kata Maulana, rencana aksi unjuk rasa tersebut belum ada keputusan final lantaran BEM IKOPIN masih melakukan tahap pengkajian isu serta sosialisasi mengenai isu yang beredar tersebut.
Selain itu, kata dia, pihaknya pun belum mengajukan pemberitahuan kepada pihak Kepolisian setempat mengenai rencana aksi tersebut.
"Belum ada keputusan final untuk aksi besok, dan belum mengajukan pemberitahuan ke polisi. Setelah ada kepastian kita akan melakukan pemberitahuan, " katanya.
Maulana menyebutkan, selain BEM IKOPIN, aksi unjuk rasa tersebut pun bakal diikuti oleh sejumlah Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Sumedang.
"Untuk Perguruan Tinggi yang sejauh ini kita ketahui hanya beberapa yang kampusnya di daerah Sumedang, namun belum ada pembicaraan lanjutan dengan kampus yang lain.Dari Ikopin University tidak terlalu banyak sebetulnya, mungkin kurang dari 20 orang yang bakal ikut menggelar unjuk rasa," kata dia.
Maulana menuturkan, pihaknya bakal mengantisipasi masuknya penyusup saat aksi demo nanti.
"Dari BEM IKOPIN tentunya akan trus melihat pergerakan massa aksi, yang artinya tidak terfokus pada unras tersebut. Apabila ditemui penyusup kita akan tindak lanjuti agar tidak terjadi hal-hal yang menyebabkan point atau esensi unras memudar," ucap Maulana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-di-gedung-sate_gani-kurniawan.jpg)