Masjid Asy-Syuro Cipari Garut, Benteng Terakhir Perlawanan Terhadap Pemberontakan DI/TII
Angin segar berembus pelan menyentuh sarung para santri yang hendak melaksanakan ibadah salat Zuhur di Masjid Cipari, Kabupaten Garut, Senin (4/4).
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Angin segar berembus pelan menyentuh sarung para santri yang hendak melaksanakan ibadah salat Zuhur di Masjid Cipari, Kabupaten Garut, Senin (4/4/2022).
Mereka berbondong-bondong menuju masjid sebelum azan berkumandang.
Di hari kedua Ramadan ini mereka tentunya tidak ingin ketinggalan meraup pahala yang dijanjikan berlipat-lipat.
Masjid Cipari terletak di Kampung Cipari, Desa Sukarasa, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Masjid dengan nama Asy-Syuro atau lebih dikenal dengan Masjid Cipari itu banyak menyimpan sejarah, terutama di masa pemberontakan DI/TII yang dipimpin oleh Kartosuwirjo.
Menurut Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Dadang Priatna, masjid tersebut dirancang pada tahun 1933 oleh adik dari Tjokroaminoto yaitu Abikoesno Tjokrosoejoso.
Pembangunannya selesai pada 1936.
"Jadi pada masa itu Tjokroaminoto datang ke sini bersama adiknya yaitu Abikoesno. Dirancanglah waktu itu kemudian selesai, seperti inilah bangunannya," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di lokasi.
Ia menuturkan, pada saat itu masyarakat merasa heran dengan struktur bangunan masjid yang menyerupai gereja, terutama pada bagian menara.
Dadang menuturkan desain bangunan tersebut terlihat mirip dengan bangunan Eropa atau gereja lantaran sosok Abikoesno mungkin mengetahui khas arsitek-arsitek dari belanda.
"Ketika datang ke sini ya ada ide membangun masjid, arsiteknya Abikoesno dan yang membangun masyarakat kita semua. Tanahnya wakaf dari Ajengan Bustomi keluarga Cipari juga. Kalau biaya lebih banyak dari almarhum Haji Sambas Bayongbong," ucapnya.
Masjid yang berdiri di atas lahan seluar 75x30 meter itu memiliki menara khas yang menjulang setinggi 20 meter.
Menara itu juga merupakan saksi dari perjuangan para santri beserta Kiai Yusuf Tauziri saat melawan pemberontak DI/TII yang dipimpin oleh Kartosuwirjo.
Ia menyebut awalnya pemimpin pesantren Cipari, Kiai Yusuf Tauziri, merupakan sahabat dekat dengan Kartosuwirjo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/masjid-asy-syuro-di-cipari-garut.jpg)