KASUS Perampasan Nyawa, Kasni Dihabisi dan Alat Vital Dimutilasi, Pelaku Ditangkap Tapi Bungkam
Perempuan bernama Kasni (59) tewas dan jasadnya ditemukan di sawah dengan kondisi mengenaskan. Dia jadi korban perampasan nyawa dengan dimutilasi.
TRIBUNJABAR.ID- Perempuan bernama Kasni (59) tewas dan jasadnya ditemukan di sawah dengan kondisi mengenaskan. Dia jadi korban perampasan nyawa dengan dimutilasi.
Pasalnya, payudara dan alat vital ditemukan terpotong. Kasni merupakan warga Desa Jatimulya Kecamatan Suradadi Kecamatan Tegal, Jawa Tengah. Saat ditemukan, payudara korban dan alat kelamin terpotong di area sawah di desa tersebut.
Dari penyelidikan polisi, terungkap pelaku perampasan nyawa sadis itu dilakukan oleh Akharudin (44) warga Banjarnegara.
Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at mengatakan, kasus berawal saat suami korban, Wage, melaporkan penemuan jasad istri pada Rabu 2 Maret 2022.
Korban berangkat ke sawah sekira pukul 07.00 dan biasa kembali ke rumah pukul 12.00. Namun, hingga sore, Kasni tidak kunjung pulang.
Wage sang suami berinisiatif mencari ke sawah. Di sana, dia menemukan topi caping dan tas plastik milik korban.
Tidak jauh dari penemuan barang itu, alangkah kagetnya Wage karena menemukan jasad Kasni dengan kondisi mengenaskan, payudara hinga alat akelamin dimutilasi.
Kamis 3 Maret 2022, Polres Tegal olah TKP dibantu anjing pelacak. Polisi memeriksa 15 saksi dan menyebutkan ada orang tidak dikenal di sekitar lokasi.
Adapun ciri-ciri orang tidak dikenal tersebut yaitu tinggi sekitar 160, berat badan 50 kilogram, memiliki jenggot, dan berada di sekitaran TKP dengan membawa tas ransel.
"Setelah mendapat petunjuk dari saksi yang kami periksa, langsung ditindaklanjuti dan pada tanggal 8 Maret 2022 kami mendapat informasi bahwa orang yang mencurigakan tersebut berada di area persawahan Kecamatan Warureja," katanya.
Berbekal informasi itu, polisi menuju lokasi rumah pelaku dan menangkap pelaku. Di tas pelaku, ditemukan pisau dan pakaian.
Lalu dilakukan pemeriksaan lebih intensif lagi di cutter ternyata masih terdapat sisa bercak darah, termasuk di kuku pelaku ini masih ditemukan adanya bercak darah.
Hasilnya, dikatakan oleh Kapolres Tegal terdapat kecocokan golongan darah antara darah korban dengan yang ada di cutter dan kuku pelaku. Adapun golongan darah yang teridentifikasi adalah O.
Namun Polres Tegal tidak sampai disitu, melainkan terus mendalami apakah betul Akhadirun adalah pelaku sesungguhnya.
"Kami melanjutkan dengan melakukan uji tes DNA, yaitu dengan menurunkan sampel darah ke Jakarta sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun sesuai hasil uji DNA, spesifik dinyatakan bahwa darah yang ada di kuku dan cutter tersebut adalah darah dari korban (Kasni)," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelaku-kkkkkkkk.jpg)