Sabtu, 23 Mei 2026

Apa Itu TBC Laten?, Perlu Diwaspadai, Tidak Bergejala Bisa Muncul Kapanpun

Masyarakat perlu tahu dan waspada apa itu TBC laten karena tidak bergejalan dan bisa muncul kapanpun

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
net
Ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyakit tuberkulosis (TBC) masih mengintai masyarakat, pasalnya penyakit tersebut telah menyebabkan 93 ribu kematian per tahun di Indonesia.

Dikutip dari laman resmi kemenkes, selain TBC aktif yang dapat dilihat gejalanya, ada TBC laten yang perlu diwaspadai karena tidak terlihat gejalanya dan bisa muncul kapanpun.

Ketua Yayasan Stop TB Partnership dr. Nurul H.W. Luntungan, MPH mengatakan penyakit TBC laten disebabkan oleh bakteri yang bersembunyi di dalam tubuh seseorang. Sehingga orang tersebut nampak tidak memiliki penyakit TBC.

Baca juga: Waspada TBC, Tak Semua Orang Terinfeksi Alami Gejala, Masuk Peringkat Penyebab Kematian di Dunia

''Penyakit TBC ini disebabkan oleh bakteri, dan bakteri TBC ini beda dengan bakteri lain. Bakteri TBC ini bisa sembunyi di dalam tubuh dan orang yang kena bakterinya belum tentu terlihat sakit TBC,'' katanya dalam konferensi pers secara virtual di Jakarta, Selasa (22/3).

Selanjutnya, Koordinator Substansi TBC, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakti Menular, Kemenkes dr. Tiffany Tiara Pakasi, MA mengatakan infeksi TBC laten terjadi saat seseorang yang terpapar kuman TBC namun memiliki imunitas yang bagus sehingga menyebabkan dia tidak bergejala.

Ilustrasi TBC laten
Ilustrasi TBC laten (dok Kemenkes)

Tapi sebenarnya kumah tersebut tidak hilang melainkan dalam posisi tertidur.

''Sehingga sewaktu-waktu kalau daya tahan tubuhnya turun dan lain-lain dia bisa memicu kuman tersebut sehingga terjadi tuberkulosis aktif,'' katanya.

Baca juga: Wajib Tahu, Jangan Sepelekan, Bukan Cuma Karena TBC, Batuk Berdarah Bisa Saja Akibat Penyakit Ini

Pengendalian TBC laten ini belum lama masuk ke dalam program pemerintah.

Ditetapkannya sebagai program eliminasi TBC setelah ada komitmen untuk mengakhiri TBC tahun 2030.

''Jadi baru beberapa tahun terakhir pemerintah memfokuskan TBC laten ke dalam program eliminasi TBC, dan fokus pada kelompok yang paling berisiko dalam hal ini kontak erat dari semua usia,'' ucap dr. Tiara.

Skrining kontak erat dilakukan melalui pertanyaan dan pemeriksaan dengan tes tuberkulin di kulitnya, atau pemeriksaan melalui darah.

Kalau diketahui ada TBC laten maka orang tersebut akan diberikan obat pencegahan TBC.

Baca juga: Gejala Mirip TBC dan Bronkitis, Jangan Abaikan, Bisa Jadi Kanker, Ini 9 Gejala Awal Kanker Paru-paru

Dalam tes tuberkulin, sejumlah kecil protein yang mengandung bakteri TBC akan disuntikkan ke kulit di bawah lengan.

Bagian kulit yang disuntikkan lalu diperiksa setelah 48-72 jam. Jika hasilnya positif, berarti orang tersebut telah terinfeksi TBC.

Namun, lanjut dr. Tiara, karena TBC laten tidak bergejala, kebanyakan masyarakat tidak mau melakukan skrining.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved