Warjem, Tempat Kuliner di Jatinangor Selalu Ramai Oleh Mahasiswa yang Ngopi, Ngemil, dan Makan-makan

Di kawasan Jatinangor Sumedang, mahasiswa menamai warung kopi ini Warjem alias Warung Jembatan yang selalu ramai dengan yang ngopi, ngemil, dan makan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Juhana (42) pemilik Warjem di Jatinangor Sumedang, melayani pelanggannya, Minggu (6/3/2022) petang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tren minum kopi di kafe atau kedai modern dengan ragam cara seduhan seperti espresso, manual brew, latte, atau V60, ternyata tak mengalahkan tradisi minum kopi di warung kopi

Buktinya, warung-warung kopi yang harganya "merakyat" tetap ada dan menjadi favorit untuk ngopi dan ngemil. 

Di kawasan pendidikan Jatinangor Sumedang, sebuah warung kopi yang terletak di pinggir sebuah jembatan di Dusun Caringin RT03/11, Desa Sayang, nyaris tak pernah sepi didatangi mahasiswa

Karena letaknya yang di pinggir jembatan, para mahasiswa menamai warung kopi ini Warjem alias Warung Jembatan.

Warung ini selalu ramai, meski tak ada yang spesial. Kopi yang disajikan pun hanya kopi saset yang diseduh dengan air mendidih dari langseng di meja saji. 

Tetapi, justru itulah daya tariknya. Kopi seduh dadakan, Dan yang terpenting, harganya murah.

Tak suka kopi? Minuman lain seperti susu panas atau air jeruk instan juga ada. 

Sambil menikmati kopi, pengunjung bisa pula menikmati camilan hangat berupa gorengan. Ada bala-bala, gorengan tempe, atau gehu. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved