Minggu, 26 April 2026

Perusahaan Minyak asal Inggris, Shell Diam-diam Beli Minyak Rusia, Menlu Ukraina Katakan Begini

Pada Jumat (4/3/2022) Shell membeli kargo minyak mentah Rusia dengan harga yang cukup murah.

Editor: Ravianto
Photo by Sergey BOBOK / AFP
Foto ini diambil pada 27 Februari 2022 menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv. Pasukan Ukraina mengamankan kendali penuh atas Kharkiv pada 27 Februari 2022 menyusul pertempuran jalanan dengan pasukan Rusia di kota terbesar kedua di negara itu, kata gubernur setempat. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

Ini membuat para pedagang mencari sumber alternatif di pasar yang semakin tercekik.

Dilansir Al Jazeera, harga pasokan global yang melonjak menjadi perhatian khusus bagi AS sebagai konsumen minyak terbesar di dunia.

Inflasi sudah mencapai level tertinggi selama empat dekade.

Lalu, berapa banyak minyak yang diimpor AS dari Rusia?

AS mengimpor minyak Rusia, tetapi tidak terlalu bergantung pada negara itu untuk pasokannya.

Pada  2021, AS mengimpor rata-rata 209.000 barel per hari (bph) minyak mentah dan 500.000 bph produk minyak lainnya dari Rusia, menurut asosiasi perdagangan American Fuel and Petrochemical Manufacturers (AFPM).

Jumlah tersebut mewakili tiga persen dari impor minyak mentah AS dan satu persen dari total minyak mentah yang diproses oleh kilang AS.

Sebaliknya, AS mengimpor 61 persen minyak mentahnya dari Kanada, 10 persen dari Meksiko, dan enam persen dari Arab Saudi pada tahun yang sama.

Menurut AFPM, impor minyak mentah Rusia telah meningkat sejak 2019, ketika AS memberlakukan sanksi terhadap industri minyak Venezuela.

Penyulingan AS juga sementara meningkatkan impor Rusia tahun lalu setelah Badai Ida mengganggu produksi minyak di Teluk Meksiko.

Bagaimana pembatasan ekspor minyak Rusia akan mempengaruhi AS?

Ada dua skenario potensial untuk dipertimbangkan, menurut analis.

“Pertama adalah dengan pasokan minyak, dan jawaban singkatnya adalah itu tidak akan terlalu mempengaruhi AS,” Adam Pankratz, seorang profesor di Sekolah Bisnis Sauder Universitas British Columbia, mengatakan kepada Al Jazeera.

“Jika benar-benar drastis, AS memiliki cadangan minyak yang strategis,” katanya.

Namun, menurut Pankratz, ada juga efek ekonomi yang lebih luas untuk dipertimbangkan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved