Jumat, 1 Mei 2026

Perusahaan Minyak asal Inggris, Shell Diam-diam Beli Minyak Rusia, Menlu Ukraina Katakan Begini

Pada Jumat (4/3/2022) Shell membeli kargo minyak mentah Rusia dengan harga yang cukup murah.

Tayang:
Editor: Ravianto
Photo by Sergey BOBOK / AFP
Foto ini diambil pada 27 Februari 2022 menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv. Pasukan Ukraina mengamankan kendali penuh atas Kharkiv pada 27 Februari 2022 menyusul pertempuran jalanan dengan pasukan Rusia di kota terbesar kedua di negara itu, kata gubernur setempat. (Photo by Sergey BOBOK / AFP) 

“Jika AS berhenti mengimpor minyak Rusia, itu berarti kemungkinan banyak negara lain juga tidak akan lagi mengimpor minyak Rusia," terang Pankratz.

"Itu akan membuat pasar minyak yang sangat ketat menjadi lebih ketat, dan itu akan menaikkan harga minyak dan itu pada gilirannya dapat mendorong inflasi, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi ekonomi AS,” kata Pankratz.

Sementara sanksi terhadap Rusia tidak secara khusus menargetkan pasokan energinya, tindakan tersebut mencakup bank dan lembaga keuangan, yang secara tidak langsung menghambat kemampuan negara untuk mengekspor minyak dan bahan bakar lainnya.

Pada Rabu (2/3/2022), harga minyak mentah melonjak menjadi lebih dari $ 110 per barel, menimbulkan tantangan bagi pemerintah yang mencoba untuk mengekang kenaikan inflasi.

“Meskipun tidak ada sanksi [terhadap pasar minyak] kami melihat banyak sanksi sendiri,” kata Pankratz.

“Jadi bank dan pedagang … mereka tidak tahu persis apa yang akan terjebak dalam sanksi Rusia, dan mereka tidak ingin mengambil risiko mendapatkan penyelidikan karena telah mengimpor atau berurusan dengan perusahaan Rusia ketika mereka seharusnya tidak melakukannya. melakukan itu.”

Pankratz mengatakan minyak dan gas Rusia "belum benar-benar bergerak" dalam beberapa hari terakhir.

“Belum sepenuhnya sanksi, tapi sulit dijual, karena masyarakat resah (melanggar sanksi),” katanya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved