50 Tahun Berkiprah, Basarnas Tanamkan Kembali Budaya Keselamatan yang Mulai Luntur di Masyarakat 

Pada refleksi peringatan setengah abad ini, diusung semangat Basarna Emas Indonesia Maju. Satu di antaranya menekankan budaya keselamatan yang mulai

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) genap berusia 50 tahun. Pada refleksi peringatan setengah abad ini, diusung semangat Basarna Emas Indonesia Maju. 

Di Kantor SAR Bandung, peringatan setengah abad ini berlangsung dengan upacara khidmat yang dihadiri ratusan personel SAR dan pejabat di kantor tersebut, Selasa (1/3/2022). 

Seusai upacara, Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberi arahan agar Basarnas juga selain memperkuat SDM dan adaptasi terhadap tekhnologi pencarian dan pertolongan, kembali mensyiarkan budaya keselamatan

"Ini bagian yang ditekankan bahwa kini budaya keselamatan sudah luntur," kata Deden. 

Budaya keselamatan adalah pemahaman dan kemampuan yang ditanamkan pada diri setiap anggota masyarakat agar siap menghadapi situasi bencana. 

Kesiapan tentu saja dibarengi dengan pengetahuan dan teknik-teknik terapan ketika bencana atau kecelakaan datang. Seperti diketahui, bencana alam atau kecelakaan adalah hal-hal yang unpredictable (tak bisa terprediksi). 

Kantor SAR Bandung bisa bekerjasama dengan potensi SAR binaan untuk menyebarluaskan pemahaman tentang budaya keselamatan ini. Apalagi, di antara amanat Presiden untuk Basarnas adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) baik internal maupun eksternal seperti potensi SAR itu. 

Baca juga: Setengah Abad Badan SAR Nasional, Kantor SAR Bandung Apel, Sampaikan Respons Cepat Adalah Mutlak

"Ya di antara arahan itu adalah penguatan SDM. Juga kolaborasi dengan para pemangku kepentingan seperti Pemerintah Daerah, TNI, Polri, NGO (organisasi non-pemerintah), dan masyarakat," ujar Deden. 

Menguatnya kolaborasi itu, selain untuk syiar budaya keselamatan, juga agar Kantor SAR Bandung semakin cepat mendapatkan informasi berkesinambungan dengan 'response time' ketika sebuah bencana terjadi. 

"Basarnas bekerja sesuai Undang-undang nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi pada kecelakaan dan bencana alam yang membahayakan kondisi manusia. Keduanya bersifat tak terperediksi, karenanya kami siaga 24 jam, non stop. Respons cepat adalah mutlak untuk menyelamatkan jiwa," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved