Sabtu, 18 April 2026

Siapa Saja Negara yang Mendukung Invasi Rusia ke Ukraina? Kawan Akrab Rusia di Karibia Termasuk?

Sejauh ini Rusia sudah menguasai fasilitas nuklir Chernobyl yang ada di wilayah Ukraina.

Editor: Ravianto
Aris Messinis/AFP
Seorang pria duduk di luar gedungnya yang hancur setelah pemboman di kota Chuguiv, Ukraina Timur, Kamis (24 Februari 2022). Angkatan bersenjata Rusia menyerang Ukraina dari beberapa arah, menggunakan sistem roket dan helikopter untuk menyerang posisi Ukraina di selatan, perbatasan kata layanan penjaga. - Pasukan darat Rusia pada hari Kamis menyeberang ke Ukraina dari beberapa arah, kata dinas penjaga perbatasan Ukraina, beberapa jam setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan peluncuran serangan besar-besaran. Tank Rusia dan alat berat lainnya melintasi perbatasan di beberapa wilayah utara, serta dari semenanjung Krimea yang dicaplok Kremlin di selatan, kata badan tersebut. (Aris Messinis/AFP) 

TRIBUNJABAR.ID, MOSCOW - Rusia telah memulai invasi ke Ukraina sejak Kamis (24/2/2022) pagi.

Sejauh ini invasi Rusia sudah membuat mereka menguasai fasilitas nuklir Chernobyl yang ada di wilayah Ukraina.

Para pemimpin dunia mengutuk Presiden Rusia Vladimir Putin atas serangan tersebut.

Kendaraaan lapis baja dan tank milik Rusia terlihat rusak dan terbakar di wilayah Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Invasi Rusia itu mendapat perlawanan dari pasukan Ukraina meski di atas kertas kekuatan Ukraina kalah jauh.
Kendaraaan lapis baja dan tank milik Rusia terlihat rusak dan terbakar di wilayah Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Invasi Rusia itu mendapat perlawanan dari pasukan Ukraina meski di atas kertas kekuatan Ukraina kalah jauh. (Angkatan Darat Ukraina)

Sejumlah titik di Ukraina dihantam ledakan.

Penduduk melarikan diri dari kota-kota karena takut terjadi kekerasan yang lebih parah.

Tom Tugendhat, ketua Komite Urusan Luar Negeri, menyebut pemandangan orang-orang yang meninggalkan rumah mereka di Ukraina sebagai "tragedi kemanusiaan".

Dia mengatakan kepada BBC Breakfast:

"Barisan orang yang Anda lihat melarikan diri dari rumah mereka, setiap orang membuat keputusan untuk meninggalkan sesuatu, di suatu tempat ... untuk mencari keselamatan di tempat lain."

Baca juga: Update Rusia Serang Ukraina, Pembangkit Nuklir Chernobyl Dikuasai Rusia, Ini Sejarah Kelam Chernobyl

Baca juga: Serangan Rusia ke Ukraina Jadi Serangan Militer Terbesar Kedua Sejak Perang Dunia II, Sampai Kapan?

"Melihat barisan orang-orang ini dipaksa keluar oleh Rusia dan oleh Vladimir Putin adalah hal yang mengerikan dan sangat menyakitkan, dan kita harus berpikir dengan sangat jernih tentang keluarga yang terkoyak, kehidupan yang terpisah."

Tugendhat menekankan seruan untuk sanksi ekonomi yang lebih keras terhadap Rusia.

Amerika Serikat dan sekutunya telah mengutuk keras tindakan Putin, menjatuhkan sanksi kepada Rusia.

Sampai saat ini, sekitar 90 ton "bantuan senjata mematikan" dari AS telah tiba di Ukraina.

Inggris juga memasok Ukraina dengan rudal anti-tank jarak pendek untuk pertahanan diri.

Ukraina berharap bantuan internasional dari barat.

Namun, Rusia juga kemungkinan akan mendapat dukungan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved