Nadiem Makarim Terapkan Kurikulum Merdeka, Tahun Ajaran Baru Tak Ada Lagi Jurusan IPA dan IPS di SMA

Para pelajar Indonesia mulai tahun ajaran baru nanti, siap-siap menyesuaikan pembelajaran, tidak ada lagi jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA.

Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNNEWS / JEPRIMA
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) perdana dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2019). Raker tersebut beragendakan perkenalan dan RKP (Rencana Kerja Pemerintah) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

TRIBUNJABAR.ID - Para pelajar Indonesia mulai tahun ajaran baru nanti, siap-siap menyesuaikan pembelajaran baru.

Pada tahun ajaran 2022/2023 nanti, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim akan menerapkan  Kurikulum Merdeka.

Pada penerapan Kurikulum Merdeka ini maka tidak ada lagi jurusan IPA dan IPS atau pun Bahasa di SMA.

Kegiatan belajar siswa SMA di tahun mendatang siap diubah dengan kurikulum Merdeka terbaru tersebut.

Baca juga: Dibuka Rekrutmen Bintara TNI AU Gelombang I Tahun 2022, Minimal Lulusan SMA/SMK/MA, Daftar di Sini

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mempersiapkan wajah baru untuk sistem sekolah SMA di kurikulum Merdeka.

Nadiem mengatakan, Kurikulum Merdeka atau sebelumnya disebut Kurikulum Prototipe akan memberikan otonomi dan kemerdekaan bagi siswa dan sekolah.

Nadiem mencontohkan, nantinya di sekolah SMA tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa.

“Di dalam program SMA sekarang tidak ada lagi program peminatan untuk yang memiliki Kurikulum Merdeka."

"Ya tidak ada lagi jurusan, kejuruan atau peminatan,” kata Nadiem secara virtual, Jumat (11/2/2022).

Ia mengatakan, siswa bebas memlih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA.

Siswa, lanjut Nadiem, tidak lagi akan terkatagorikan dalam kelompok jurusan IPA dan IPS, atau Bahasa.

“Ini salah satu keputusan atau choice atau pemilihan yang bisa diberikan kemerdekaan bagi anak-anak kita yang sudah mulai masuk dalam umur dewasa untuk bisa memilih,” ucapnya.

Adapun Kurikulum Merdeka dapat mulai digunakan di tahun ajaran 2022/2023.

Mendikbudristek Nadiem Makarim saat berbicara pada Konferensi Nasional ke-1 Dewan Dosen Indonesia, Senin (23/8/2021)
Mendikbudristek Nadiem Makarim saat berbicara pada Konferensi Nasional ke-1 Dewan Dosen Indonesia, Senin (23/8/2021) (Tribun Jabar)

Sekolah juga tidak akan dipaksakan untuk mengikuti kurikulum itu, namun diberi kebebasan untuk memilih kurikulum yang sesuai kesiapannya.

Menurut Nadiem, konsep Kurikulum Merdeka juga sudah banyak dipakai di negara-negara maju.

Baca juga: Nadiem Makarim: Semahal Apapun Biaya Perguruan Tinggi, Ada Beasiswa Untuk warga Tidak Mampu

Selain itu, menurut Nadiem, guru akan diberikan kewenangan untuk menentukan alur pembelajaran melalui kurikulum baru ini.

“Jadinya guru ini bisa memilih kalau misalnya guru itu merasa dia mau lebih cepat, itu bisa."

"Kalau guru itu merasa dia mau pelan-pelan dikit untuk memastikan dari ketinggalan, juga bisa,” kata Nadiem.

Selanjutnya, Nadiem juga mengatakan, Kurikulum Merdeka yang dirancang lebih sederhana dan fleksibel akan semakin membuat siswa lebih aktif.

Sebab, ia melanjutkan, jenis-jenis aktivitas yang ada dalam kurikulum ini lebih relevan dan banyak memberikan ruang untuk tugas berbasis proyek atau project base.

“Ini adalah skill-skill yang akan dibutuhkan anak itu pada saat dia keluar. Dia harus bisa bekerja secara kelompok,” kata Nadiem.

“Dia harus bisa menghasilkan suatu hasil karya. Dia harus bisa berkolaborasi dan memikirkan hal-hal secara kreatif,” imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kurikulum Merdeka, Nadiem Tegaskan Tak Ada Lagi Jurusan IPA-IPS-Bahasa di SMA"

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved