Nadiem Makarim: Semahal Apapun Biaya Perguruan Tinggi, Ada Beasiswa Untuk warga Tidak Mampu
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi, Nadiem Makarim ingin ada revolusi multidisiplin di pembelajaran di jenjang perguruan tinggi
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Mega Nugraha
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi, Nadiem Makarim menginginkan adanya revolusi multidisiplin dalam pembelajaran di jenjang perguruan tinggi.
Hal itu didasari karena kondisi dan situasi dunia telah berubah total dan sudah tak terkotak-kotakan. Sehingga perlu adanya kolaborasi dengan tujuan melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan multidimensi, baik dari sisi skill, jiwa sosial, maupun integritas.
"Inilah arah kampus merdeka yang ingin kami capai. Kami mau berbagai macam prodi bisa bercampur dari berbagai pengalaman baik dalam kampus maupun luar kampus," kata Nadiem Makarim di Kampus Unpar, Jalan Ciumbuleuit Kota Bandung, Senin (17/1/2022).
Baca juga: BREAKING NEWS Detik-detik Mega di Bandung Dapat Kaos Jokowi saat Presiden RI Lewat Jalan Ciumbuleuit
Nadiem Makarim mengaku sudah berkomunikasi dengan Rektor Unpar Bandung, Mangadar Situmorang terkait inisiatif dalam memastikan kartu Indonesia pintar kuliah (KIPK) yang berubah menjadi KIPK merdeka. Sehingga tujuannya anak-anak kurang mampu dapat bermimpi setinggi langit.
"Jadi, nanti mau semahal apapun prodi, dia (kurang mampu) bisa mendapatkan full beasiswa karena kami sudah menambah jumlah beasiswanya dari semula Rp 2,4 juta menjadi maksimal Rp 12 juta untuk prodi A," ujarnya.
Dengan adanya terobosan ini, Nadiem menegaskan dapat menginspirasi anak-anak kurang mampu dan mendorong pula anak terbaik untuk mencapai mimpi-mimpinya.
"Menurut saya pembukaan pusat pembelajaran Arntz-Geise di Unpar Bandung sudah mendorong masing-masing kurikulum setiap prodi untuk mentransformasikan secara besar-besaran. Saya harapkan ke depannya bisa semakin memahami kerangka akademika dan profesional dengan melepas batasan-batasannya," ucapnya.(*)