Mahasiswa Tasik Akhiri Hidup, Diduga Karena Rugi Ratusan Juta dari Trading Mata Uang Digital

Hal itu diungkapkan kakak kandung korban, MA (29), kepada wartawan saat berada di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Senin (7/2).

Penulis: Firman Suryaman | Editor: Ravianto
dokumentasi Polres Tasikmalaya Kota
Petugas Inafis Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota saat melakukan identifikasi di kamar rumah kontrakan korban CM di Cibeureum, Tasikmalaya, Senin (7/2) dini hari. (dokumentasi Polres Tasikmalaya Kota) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNJABAR. ID, TASIKMALAYA - Seorang pemuda ditemukan meninggal tak wajar di rumah kontrakannya di Tasikmalaya, Minggu (6/2/2022) malam.

Korban yang seorang mahasiswa ini diduga mengakhiri hidup jika melihat kondisi dia ditemukan.

Mahasiswa yang tewas mengakhiri hidup di rumah di Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, sebelumnya mengalami kerugian besar trading mata uang digital.

Hal itu diungkapkan kakak kandung korban, MA (29), kepada wartawan saat berada di Kamar Mayat RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Senin (7/2).

"Adik saya sebelumnya memang sempat mengeluhkan kerugian trading di Krypto yang mencapai ratusan juta rupiah," kata MA.

Korban sendiri, CM (25), ditemukan tewas tergantung di rumah kontrakan mewahnya di Perumahan Bumi Parahyangan, Minggu (7/2) malam sekitar pukul 23.00.

Dugaan sementara polisi, korban yang berasal dari Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, gantung diri karena tak ditemukan luka mencurigakan di tubuhnya.

Lebih jauh MA mengungkapkan, almarhum selama sekitar satu tahun ini menggeluti usaha trading Krypto Bitcoin, hingga meraih keuntungan sangat besar.

"Namun belakangan ini mengeluhkan rugi terus, hingga totalnya mencapai ratusan juta rupiah," ujar MA.

Namun, kata MA, dirinya tak mengetahui pasti penyebab kematian adik kandungnya yang kuliah sudah semester terakhir itu.

"Itu diserahkan kepada pihak kepolisian. Tapi kami dari keluarga sudah menerima ini sebagai musibah," kata MA.

Jasad CM pertama kali ditemukan oleh MA sendiri.

Minggu malam itu ia menerima telepon dari orang tuanya, mengabarkan CM sudah seharian tak bisa dihubungi.

"Saya yang tinggal tak jauh dari perumahan almarhum, segera menuju rumah almarhum dan ternyata rumah terkunci dari dalam," ujar MA.

Ia kemudian meminta bantuan petugas Satpam setelah pintu diketuk-ketuk tak ada respon.

Satpam kemudian naik ke atap dan masuk lewat belakang.

Setelah pintu dibuka dari dalam, MA segera mencari sambil memanggil-manggil korban.

Betapa terkejutnya ia, saat membuka pintu kamar mandi melihat tubuh adiknya tergantung dalam keadaan sudah meninggal dunia. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved