Selasa, 19 Mei 2026

Minyak Goreng di Kabupaten Garut Langka, Stok Habis Dalam Satu Jam

Kelangkaan minyak goreng ini terutama terjadi di wilayah selatan Kabupaten Garut.

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Kelangkaan minyak terjadi di Kabupaten Garut, pemerintah upayakan percepatan distribusi minyak ke pasar-pasar. 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Meski pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng, tapi masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkannya karena langka.

Kelangkaan minyak goreng terjadi di Kabupaten Garut.

Hal tersebut diakui oleh Kadisperindag ESDM Garut, Nia Gania.

Ia mengatakan saat ini kelangkaan minyak goreng terjadi di beberapa daerah di Garut.

Kelangkaan tersebut menurutnya karena adanya keterlambatan suplai ke pasar-pasar.

"Kami akui berdasarkan dari laporan kepala UPT yang jumlahnya 20 kecamatan, bahwa minyak sudah mulai langka, kalau pun ada, satu jam itu sudah habis," ujarnya saat diwawancarai Tribunjabar.id, Sabtu (5/2/2022).

Ia menuturkan pihaknya telah melakukan langkah-langkah di balik kelangkaan itu, salah satunya melakukan koordinasi dengan suplaier dan distributor agar tidak terlambat melakukan suplai ke pasar.

Menurutnya, langkah-langkah percepatan distribusi  suplai tersebut harus segera dilakukan agar masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok tersebut.

"Setidaknya kalau di pasaran mahal di tingkat supermarket pasti ada, agar pelaku usaha ini bisa terus jalan usahanya," ucapnya.

Pihaknya pun telah mendapat laporan bahwa kelangkaan yang parah juga terjadi di kawasan Garut selatan seperti Cisewu dan Bungbulang.

Kelangkaan tersebut  menyebabkan masyarakat di sana kesulitan untuk menjalankan usahanya atau pun kesulitan untuk kebutuhan rumah tangga.

Pihaknya juga saat ini tengah menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah terkait kelangkaan minyak goreng termasuk yang terjadi di Kabupaten Garut.

"Pengawasan barang beredar saat ini masih berada di tingkat kementerian dan provinsi, sementara kita hanya ditugaskan untuk monitoring saja,"

"Masalah lain juga pabrik-pabrik itu tidak berada di wilayah Garut, suplaier juga berada di luar Garut, ini menambah kelangkaan minyak goreng," ujarnya.

Gania mengakui belum memiliki strategi  untuk mengatasi permasalahan kelangkaan minyak goreng.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved