Suporter Persib Bandung Harus Belajar ke The Jak Mania yang Jalankan Organisasi dengan Demokratis

Bobotoh yang tergabung dalam berbagai organisasi suporter Persib Bandung harus belajar banyak dari The Jak Mania, suporter pendukung Persija Jakarta.

Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Mega Nugraha
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Bobotoh Sambut Kedatangan Persib Bandung Jelang Duel Lawan PSIS Semarang di Magelang, https://jateng.tribunnews.com/2019/07/21/bobotoh-dan-viking-sambut-keda
Ratusan fans fanatik Persib Bandung, baik Viking maupun Bobotoh menyambut kedatangan rombongan Persib Bandung jelang duel menghadapi tuan rumah PSIS Semarang dalam lanjutan kompetisi Liga 1 2019 pekan kesepuluh di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Minggu (21/7/2019). 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Bobotoh yang tergabung dalam berbagai organisasi suporter Persib Bandung maupun organisasi suporter klub lain harus belajar banyak dari The Jak Mania, suporter pendukung Persija Jakarta.

Hal itu dikatakan Peneliti Hukum Olahraga Kemenkumham Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung, saat ditanya pendapatnya soal Ketua Viking Herry Joko yang baru turun tahta sejak 28 tahun. Penggantinya, Yudi Baduy yang ditunjuk langsung Herru Joko.

Perubahan di pucuk pimpinan ini merupakan yang pertama kali dilakukan VPC sejak berdiri pada 1993 atau 28 tahun lalu.

Baca juga: Arema FC Gusur Bhayangkara FC di Puncak Klasemen, Almeida: Tak Apa Main Jelek, yang Penting Menang

Menurut dia, organisasi suporter yang ideal untuk saat ini adalah pendukung Persija Jakarta, The Jakmania. Bagi dia, The Jakmania mampu menjalankan organisasi dengan sangat demokratis yang salah satunya lewat pemilihan ketua umum secara periodik 

"Saya sih gak ngomong The Jak Mania saja tapi organisasi suporter harus demokratis dan transparan biar enggak ada penyalahgunaan kewenangan atau kesewenangan-wenangan," ujar Eko Maung kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Kamis (27/1/2022).

Baca juga: Derbi Jabar Malam Nanti, Berikut Ini Hasil Pertemuan Terakhir Laga Persib Bandung vs Tira persikabo

Ferry Indrasjarief sebagai tokoh The Jak Mania, kata dia, jadi sosok yang begitu dihargai The Jak Mania karena faktor kepemimpinannya. 

Saat dia turun tahta, kepengurusan The Jak Mania berganti. Catatan Tribun dalam 10 tahun terakhir daro 2010 sampai saat ini, The Jak Mania tercatat sudah dua kali berganti kepemimpinan. Pertama ada Larico Ranggamone hingga saat ini Dicky Soemarno. 

"Jadi lihat Bung Ferry (Indrasjarief) meski bukan ketua umum tetap dihargai. Kalau ketum kan menjalankan keorganisasinya," katanya.

Dia mengambil contoh The Jakmania sebagai organisasi suporter yang ideal bukan ingin memancing amarah bobotoh. Namun memang paling rasional adalah mengambil contoh tersebut.

"Kalau di Bandung orang lahir jadi bobotoh karena keluarganya. Jadi Persib sangat diuntungkan dengan fanatisme bobotoh. Tapi lihat Persija dari enggak punya suporter sampai sekarang punya suporter besar," katanya.

Hal itu kata dia, tidak lepas dari manajemen organisasi The Jak Mania yang mampu berjalan dengan demokratis dan transparan. 

Lewat cara yang demokratis dan transparan, The Jakmania bahkan menurut Eko sudah setara dengan bobotoh.

"Padahal bobotoh dari tahun 1960 dan 1970 sudah ada. Jakmnia awal liga saja belum ada. Mereka baru berdiri tahun 1997 jadi semakin membesar," ucapnya.

Banyak juga yang mempertanyakan kepada Eko kenapa tidak mengambil contoh bonek di Persebaya Surabaya. Menurut dia, bobotoh dan bonek dari awal memang sudah besar sehingga paling tepat memang mengambil contoh ke The Jakmania.

Ia menekankan soal transparansi di tubuh organisasi, tak terkecuali organisasi suporter sepakbola. Selain terhadap anggotanya, transparansi perlu diterapkan secara ketat bila berhubungan dengan uang rakyat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved