Nasib Anggota Polisi Setelah Paksa Pacar Aborsi, Bripda Randy Dipecat dan Terancam 5 Tahun Penjara

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan kasus Bripda Randy Bagus ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jatim. 

Istimewa/MemoMedsos
Beredar foto anggota polisi jahat Bripda Randy yang terlibat aborsi kehamilan pacarnya, Nwy yang belakangan meninggal minum racun di makam ayahnya. 

TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA- Gara-gara diduga terlibat dalam kasus aborsi mahasiswi Mojokerto, anggota polisi Bripda Randy Bagus (21) terancam dapat hukuman berlipat.

Sebelumnya, Bripda Randy Bagus dipecat atau diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).

Ia terancam lama di penjara setelah Polda Jatim melanjutnya kasus dugaan aborsi tersebut ke ranah pidana. 

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan kasus Bripda Randy Bagus ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jatim

Ia terancam hukuman lima tahun penjara karena melanggar Pasal 348 Jo Pasal 55 KUHP tentang kesengajaan menggugurkan kandungan atau mematikan janin.

"Setelah ini, yang bersangkutan tetap melaksanakan proses pidana umumnya yang ditangani oleh penyidik Ditreskrimum Polda Jatim," ujar Gatot Repli Handoko pada awak media di Mapolda Jatim, Kamis (27/1/2022). 

Baca juga: Nasib Bripda Randy yang Paksa Kekasihnya Aborsi Berujung Mengakhiri Hidup, Ia Dipecat Sebagai Polisi

Randy akan ditahan di ruang tahanan Ditreskrimum Polda Jatim untuk mempercepat mekanisme pemberkasan yang akan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

"Sekarang ini, yang bersangkutan tahanan krimum dari awal," ujar mantan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya itu.  

Pemberkasan perkara Bripda Randy, ucapnya, bakal diproses ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.  "(Berkas perkara) di Polda, ya di kami, ya Surabaya. Kejati," katanya. 

Prosesi Pemecatan

Bripka Randy Bagus bakal menjalani prosesi pemecatan, dalam waktu dekat. 

Hal itu, menyusul hasil putusan Sidang Komisi Etik Profesi Polri terhadap anggota Samapta Polres Pasuruan itu, di Ruang Sidang Bidang Propam Mapolda Jatim, Kamis (27/1/2022). 

Setelah menjalani sidang kurun waktu tiga jam tersebut, Bripda Randy, terbukti melanggar KEPP, pada Pasal 7 ayat 1 huruf b, dan Pasal 11 huruf c, Perkap No 14 Tahun 2011 Tentang Kode Etik Profesi Polri. 

Dia diganjar sanksi terberat yakni pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) atau dalam bahasa lain, dipecat. 

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved