Kades di Garut Rusak Masa Depan Atlet, Rudapaksa Korban di Rumahnya, Divonis Ringan, JPU Banding

Terdakwa divonis 6 tahun lebih karena perbuatannya. JPU memutuskan banding.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Ariyanto saat diwawancarai Tribunjabar.id di Kejaksaan Negeri Garut, Kamis (27/1/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Jaksa penuntut umum (JPU) mengajukan banding terkait putusan majelis hakim yang memutus 6,6 tahun penjara dari tuntutan 13 tahun penjara bagi terdakwa Ahmad Hidayat. 

Terdakwa merupakan seorang kades di Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut yang tega mencabuli  anak di bawah umur. 

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut, Ariyanto mengatakan pihaknya menghargai keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Garut. 

Namun hukuman 6,6 tahun bagi pelaku dinilai sangat ringan dibandingkan dengan perbuatan pelaku yang telah membuat korban mengalami trauma berat. 

"Terkait dengan putusan tersebut sesuai SOP kita wajib melakukan upaya hukum yaitu banding dan kami sudah memberitahukan ke pihak pengadilan kami akan melakukan upaya banding," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di Kejaksaan Negeri Garut, Kamis (27/1/2022). 

Ia menjelaskan banyak fakta-fakta di dalam persidangan yang terkuak dan menjadi pemberat bagi terdakwa yang telah lakukan aksi bejatnya itu. 

Terdakwa pun telah melakukan pencabulan terhadap korban sudah dua kali. 

"Ia sengaja masuk ke rumah korban untuk melakukan aksinya," ucapnya. 

Perbuatan bejat terdakwa menurutnya menghancurkan masa depan korban.

Korban diketahui merupakan seorang atlet dan kini kehidupannya berubah drastis. 

Korban hingga saat ini alami trauma berat, tidak berani bersosialisasi dengan memilih mengurung diri. 

"Apa yang dilakukan terdakwa jelas telah merusak masa depan korban yang saat kejadian masih berada di bawah umur," ungkapnya. 

Kasus pencabulan di Garut menurutnya saat ini cukup tinggi, sehingga mendapat perhatian pemerintah pusat. 

Kajati pun menurutnya sudah memerintahkan agar kasus-kasus seperti ini mesti ditangani dengan profesional demi menimbulkan efek jera.

Baca juga: Kades Cabul di Garut Divonis 6,6 Tahun Penjara Jauh dari Tuntutan, Begini Reaksi Keluarga Korban

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved