Breaking News:

Nenek Ditipu Cucu

Nenek Ellen Asal Lembang Terancam Terusir dari Rumahnya, Hengky Kurniawan Janji Bakal Turun Tangan

Pelaksana Tugas (Plt) Bandung Barat, Hengky Kurniawan bakal turun tangan untuk membantu Nenek Ellen Plaissaer Sjair (80) yang terancam

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pelaksana Tugas (Plt) Bandung Barat, Hengky Kurniawan bakal turun tangan untuk membantu Nenek Ellen Plaissaer Sjair (80) yang terancam terusir dari rumahnya.

Seperti diketahui, rumah dua lantai dengan luas lahan 3.230 meter persegi yang didominasi cat berwarna cokelat itu dijual oleh cucu tirinya tanpa sepengetahuan Nenek Ellen hingga akhirnya dia pun terancam terusir.

Hengky mengatakan, untuk sementara ini pihaknya belum mendapat laporan atas kejadian menyedihkan yang sudah menimpa nenek sebatang kara itu, tetapi pihaknya akan melakukan pengecekan.

"Kami belum terima laporan. Nenek Ellen akan kami cek," ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (14/1/2022).

Untuk langkah sementara, pihaknya akan melakukan penelusuran bersama pihak Kecamatan Lembang sebelum membantu menyelesaikan permasalahan Nenek Ellen ini.

"Kami klarifikasi dengan pak camat. Kalau perlu turun tangan pemerintah, kami siap," kata Hengky.

Terkait permasalahan ini, Nenek Ellen meminta agar Presiden, Gubernur, dan Bupati Bandung Barat bisa membantunya dalam menyelesaikan kasus ini agar bisa merasakan ketenangan saat menghabiskan masa tuanya di rumah yang sudah ditempati sejak tahun 1991 ini.
 

"Saya mohon kepada Pak Presiden Jokowi, Gubernur Kang Emil, juga Bupati Bandung Barat tolonglah kasus ini supaya ibu tidak terusir dari rumah ini," ujar Nenek Ellen yang warga Kampung Jayagiri, RT 04/11, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut bermula saat cucu tirinya, IW, menjual tanah dan bangunan rumah seluas 3.230 meter persegi milik Nenek Ellen kepada orang lain sebesar Rp 2,8 miliar dengan memalsukan tanda tangan surat kuasa pada tahun 2014.
 

"Awalnya hilang BPKB, terus uang sampai sertifikat rumah, akhirnya ini sudah bukan rumah ibu lagi. Itu tanpa sepengetahuan saya dan sertifikat juga sudah pindah nama," ujarnya.

Ia mengatakan, cucu tirinya itu berencana menjual tanah rumahnya setelah suaminya meninggal pada tahun 2012.

Benar saja pada 2014, rumah tersebut terjual, tetapi pengosongan rumahnya ditangguhkan karena ada perkara hukum.

Setelah Ellen mengetahui tanah dan bangunannya dijual, kemudian dia melaporkan perbuatan cucu tirinya itu ke polisi, hingga akhirnya, IW divonis dua tahun kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung pada 2017, karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana akta otentik. 

"Jadi, perkara bergulir karena saat itu ada dua perkara yaitu pidana dan perdata. Nah, untuk pidananya ibu menang, tapi kasus perdatanya kalah terus dari mulai pengadilan negeri hingga PK," kata Nenek Ellen. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved