Breaking News:

Wali Kota Tasik Prihatin Pelajar Meninggal Dikeroyok karena Dikira Geng Motor, Usut Sampai Tuntas!

Muhammad Yusuf meminta kasus ini diusut tuntas. Ia tak mau peristiwa seperti ini terulang lagi.

Penulis: Firman Suryaman | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar / Firman Suryaman
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (12/1/2022), saat ekspose kasus pengeroyokan pelajar hingga meninggal. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Suryaman

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, mengaku prihatin kejadian seorang pelajar tewas dikeroyok lantaran salah sasaran dikira anggota geng motor.

"Saya prihatin dan saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Yusuf, di Bale Kota, Kamis (13/1/2022) siang.

Yusuf meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk kemungkinan ada tersangka lain yang belum terungkap.

"Usut sampai tuntas. Kalau ada tersangka lain tangkap biar ada efek jera dan shock teraphy bagi yang lain. Tidak boleh main hakim sendiri," kata Yusuf.

Seperti diberitakan sebelumnya, Seorang pelajar Shendi Herdianto (16), warga Kelurahan/Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, tewas dikeroyok karena dikira kawanan geng motor.

Peristiwa memilukan itu terjadi di Kampung Sindang Sono, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, satu bulan lalu.

"Dari hasil penyelidikan terhadap kasus tersebut, kami menangkap dua tersangka pelaku warga sekitar lokasi kejadian," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Aszhari Kurniawan, di Mapolres, Rabu (12/1/2022).

Keduanya berinisial IZ dan RZ. Petugas juga menyita barang bukti balok usuk serta cabang pohon yang digunakan memukul korban.

"Kejadiannya ketika korban mengendarai sepeda motor melintas di lokasi dan tiba-tiba diserang warga karena dikira kawanan geng motor yang sebelumnya bikin onar," kata Aszhari.

Awalnya korban dilempar ke arah helm hingga pecah dan korban pun jatuh dari motor dan dihantam memakai balok dan cabang pohon.

"Korban sempat menjalani perawatan selama lima hari. Namun karena luka-lukanya cukup berat, korban akhirnya meninggal," ujar Aszhari.

Kedua tersangka dijerat UU Perlindungan Anak dengan amcaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: KRONOLOGI Pelajar SMP di Kota Tasikmalaya Meninggal Dikeroyok Warga

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved