Sabtu, 2 Mei 2026

LINGKARAN Setan, Aksi Saling Hajar Anggota Pramuka SMAN 1 Ciamis,Istri Gubernur Jabar Minta Maaf

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan peristiwa saling hajar anggota Pramuka SMAN Ciamis bukan kegiatan Pramuka.

Tayang:
Istimewa
Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat, Atalia Praratya, saat meresmikan jembatan gantung di Desa Kalirahayu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan peristiwa saling hajar anggota Pramuka SMAN Ciamis bukan kegiatan Pramuka.

"Kegiatan lingkaran setan bukanlah kegiatan resmi Pramuka. Kegiatan ini murni diinisiasi senior/alumni yang dilakukan tanpa izin sekolah/gugus depan dan tidak dihadiri oleh pembina dan pelatih," katanya melalui akun instagramnya, Kamis (13/1).

Atalia menjelaskan mengenai aktifitas saling hajar bernama lingkaran setan, berdasarkan informasi yang diterimanya, dialami para anggota Pramuka secara bersamaan.

Baca juga: TERUNGKAP, Lingkaran Setan Pramuka SMAN 1 Ciamis, Junior Saling Pukul, yang Terkuat Jadi Pimpinan

"Sebetulnya ini kejadiannya bareng, jadi ini saling pukul. Kalau info yang saya dapat memang pemukulannya itu kayak melingkar, kemudian akhirnya senior turun tangan ikutan. Tapi detailnya belum bisa disampaikan seperti apa," katanya.

Istri Gubernur Jabar itu mengatakan atas nama pimpinan Kwarda Pramuka Jabar memohon maaf kepada semua pihak atas kejadian tersebut dan bersama-sama akan memastikan kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Adapun beberapa arahan yang perlu dilakukan adalah  moratorium atau penghentian sementara kegiatan pramuka yang ada di gudep SMAN 1 Ciamis. Ia pun meminta usut tuntas kasus ini.

"Menginstruksikan agar semua pihak melakukan pembenahan dan konsolidasi, memperbaiki stuktur dan pola pembinaan yang akan berdampak pada pemutusan mata rantai kejadian serupa di seluruh jenjang organisasi Pramuka," tuturnya.

Baca juga: Ekspresi Herry Wirawan di Sidang Bikin Jaksa Kaget dan Gusar, Tenang saat Dituntut Hukuman Mati

Kegiatan pramuka, katanya, harus selalu dibimbing oleh pembina atau pembantu pembina dan bukan dipercayakan kepada senior ataupun alumni. Ia pun menyatakan mendorong jomitmen bersama seluruh stakeholder, termasuk kegiatan kesiswaan lain, untuk sekolah ramah anak.

Atas kejadian itu, dia memberlakukan moratorium kegiatan Pramuka di SMAN 1 Ciamis

Pemberhentian sementara kegiatan kepramukaan ini dilakukan sehubungan dengan terjadinya pemukulan kepada sejumlah anggota Pramuka yang menodai kegiatan kepramukaan SMAN 1 Ciamis.

"Arahan dari saya adalah melakukan moratorium atau memberhentikan sementara kegiatan pramuka yang ada di Gugus Depan SMAN 1 Ciamis," kata Atalia saat dihubungi, Rabu (12/1).

Ia pun menginstruksikan kepada semua Pramuka di Jabar untuk melakukan pembenahan dan konsolidasi demi memperbaiki struktur dan tata tertib masing-masing.

"Agar nanti berdampak pada pemutusan mata rantai hal-hal yang berkaitan dengan hal seperti ini. Salah satunya adalah tidak melibatkan alumni untuk kegiatan kepramukaan, tetapi melibatkan pelatih dan pembina," katanya.

Ia menyatakan sangat penting untuk memperbaiki pola pembinaan Pramuka di Jabar. Selanjutnya ia memberikan arahan agar SMAN 1 Ciamis memberikan komitmen penuh untuk sekolah ramah anak. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved