Breaking News:

Tragedi Latihan Pramuka SMAN 1 Ciamis, Mamay Kaget Lihat Muka Anak Bonyok, Sempat Ngaku Kecelakaan

Sang anak akhirnya mengaku jika dalam latihan itu ada tindak kekerasan.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar
Ilustrasi menampar atau menempeleng. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Mamay tidak menyangka anak bungsunya, MF (16) menjadi korban dugaan penganiayaan saat mengikuti kegiatan latihan pasukan tongkat (Paskat) Ambalan Ciungwanara SMAN 1 Ciamis.

“Akibat mengikuti kegiatan tersebut muka anak saya bonyok, lebam-lebam bekas dipukuli. Ditempeleng. Bibirnya juga lebam” ujar Mamay, orang tua MF kepada Tribun Rabu (12/1/2022).

Menurut Mamay, pada hari Sabtu (8/1/2022) pagi sekitar pukul 08.00 anak bungsunya tersebut pamit katanya untuk mengikuti kegiatan pramuka.

“Tapi tidak menyebut lokasinya di mana. Pulangnya hari Minggu (9/1/2022) pagi sekitar pukul 09.00,”  katanya.

Saat pulang MF memakai jaket yang pakai penutup kepala dan memakai masker.

Ia langsung masuk kamar. Jadi belum terlihat kondisi wajahnya.

“Ketahuannya baru setelah anak saya itu keluar dari WC. Wajahnya, kok, lebam-lebam, jelas saya sama istri kaget,” ujar Mamay, warga Kertasari Ciamis.

Waktu ditanya kenapa mukanya lebam-lebam bonyok , MF mengakunya karena kecelakaan.

“Awalnya ngakunya karena kecelakaan. Tapi setelah ditanya lagi akhirnya terungkaplah kejadian tersebut (dugaan penganiayaan saat kegiatan pramuka),” katanya.

Menurut Mamay, anaknya mengalami lebam-lebam karena mendapatkan tindakan kekerasan seperti saling tempeleng dan ditempeleng saat mengikuti kegiatan latihan pasukan tongkat, yang akhirnya lokasinya diketahui di Sarayuda, Kertaharja, Cijeungjing, pada hari Sabtu tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved