Penularan Lokal Covid-19 Varian Omicron Pertama Terdeteksi di Jabar, Dirawat di RSUD Al Ihsan
Penemuan transmisi lokal varian Omicron ini diketahui melalui pengujian secara whole genome sequencing atau pengurutan genom lengkap.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebanyak empat warga Jawa Barat dinyatakan positif Covid-19 varian Omicron. Mereka kini tengah menjalani perawatan di RSUD Al Ihsan di Baleendah, Kabupaten Bandung.
Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, mengatakan, penyebaran Covid-19 ini menjadi kasus transmisi lokal varian Omicron yang pertama di Jawa Barat. Sebelumnya, penularan terjadi dari warga yang baru pulang dari luar negeri.
"Betul, itu yang transmisi lokal," kata Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Emma Rahmawati, melalui ponsel, Senin (10/1/2021).
Baca juga: UPDATE Covid-19 Kota Bandung: Satgas Covid Bantah Varian Omicron Sudah Masuk Kota Bandung
Emma mengatakan, penemuan transmisi lokal varian Omicron ini diketahui melalui pengujian secara whole genome sequencing atau pengurutan genom lengkap.
Emma membenarkan kabar yang menyatakan selain empat orang yang dirawat di Bandung, ada 10 warga Jabar lainnya yang terpapar Covid-19 varian Omicron dirawat di Wisma Atlet Jakarta.
Mereka berasal dari Kabupaten Bandung Barat, Indramayu, Subang, Karawang, Majalengka, Bekasi, Cirebon, dan Sukabumi.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan upaya pencegahan penularan Covid-19 terus dilakukan sampai tingkat pemerintahan terkecil di Jabar. Apalagi, untuk mengantisipasi penyebaran varian Omicron.
"Varian omicron ini memiliki kemampuan penularan lebih cepat. Namun, fatalitasnya rendah, tak seperti varian delta yang sempat membuat sistem serta fasilitas kesehatan terganggu," katanya di Gedung Sate, Senin (3/1/2021).
Ia mengatakan, kunci utama untuk mencegah penularan ini makin meluas adalah dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat dan pemerintah diminta bersinergi untuk menjaga kondusivitas yang sudah berjalan.
Baca juga: PTM 100 Persen di Kota Bandung di Tengah Ancaman Omicron, Jangan Sampai Jadi Malapetaka
“Kami bersama komite, melakukan perhitungan. 14 hari pasca nataru kami asumsikan jika ada berita buruk seperti apa. Maka, oksigen semua dipersiakan, pokoknya semua diulang lah seperti (lonjakan kasus varian) delta,” ucap dia.
Ia mengatakan apapun jenis penyakitnya dan variannya, protokol kesehatan jadi yang utama.
"Nama baru yang bingung tapi solusi sama saja, pemerintah ketat 3T, masyarakat tata di 5M. Mengatur irama itu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rsud-al-ihsandi-baleendah-kabupaten-bandung-senin-982021.jpg)