Anak di Bawah Umur Dirudapaksa, Orangtua Korban Terima Damai dari Pelaku, Tapi ini Kata Polisi

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi sebut kasus rudapaksa anak di bawah umur oleh anak angkat anggota DPRD Kota Pekanbaru berakhir damai.

Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polres Sukabumi 

TRIBUNJABAR.ID- Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi sebut kasus rudapaksa anak di bawah umur oleh anak angkat anggota DPRD Kota Pekanbaru berakhir damai.

Namun dia pastikan penyidikan kasus itu berlanjut.

"Dalam kesempatan ini, kami meluruskan bahwa memang telah terjadi perdamaian antara tersangka dan korban. Tapi, kasus ini tetap berjalan sebagaimana mestinya," kata Kombes Pria Budi dikutip dari Kompas.con, Minggu (9/1/2022).

Diberitakan sebelumnya, korban bersama orangtua melaporkan kasus dugaan rudapaksa dan penyekapan ke Polresta Pekanbaru pada 19 November 2021.

Saat itu, korban mengaku dirudapaksa oleh Ar (21), anak anggota DPRD Kota Pekanbaru. Korban juga sempat diancam keluarga korban.

Baca juga: Malu Nikah Siri, Mahasiswi Buang Bayi, Padahal Sudah Diurus 2 Bulan

"Kasus ini tetap berjalan. Ini kasus pencabulan dan persetubuhan anak. Kan yang beredar soal pemerkosaan, tapi ini bahasa hukumnya adalah perkara cabul dan persetubuhan anak, ya. Kita saat ini masih tunggu petunjuk jaksa, jika sudah dinyatakan lengkap segera kami kirimkan tersangka berikut barang buktinya," kata Budi.

Ayah pelaku, Jefri, menerangkan bahwa keluarga korban sudah berdamai dengan pelaku tanpa ada intervensi dari penyidik.

"Kami sudah ada kesepakatan damai. Di samping itu, ini juga untuk kebaikan kami bersama, sejak awal bukan tak mau kita berdamai, tetapi memang putus kontak," kata Jefri kepada wartawan.

Bahkan, keluarga pelaku memberikan uang Rp 80 juta pada korban sebagai biaya pendidikan.

Baca juga: Diduga Wanprestasi, Yusuf Mansur Senang Digugat 12 Investor Ganti Rugi Rp 785 Juta? Ini Alasannya

"Memang sudah ada jumpa sejak awal, ya yang jelas kita segitulah kemampuan kita. Perdamaian itu murni kami pihak keluarga, tidak ada kepolisian dalam perdamaian itu," kata Jefri.

Ayah korban berinisial A, saat diwawancarai Kompas.com juga membenarkan telah berdamai dengan keluarga pelaku. Dia juga menyebutkan bahwa anaknya diberikan uang Rp 80 juta oleh orangtua pelaku.

"Kami sudah damai dan cabut laporan di Polresta Pekanbaru. Anak saya juga diberikan uang Rp 80 juta untuk biaya pendidikan," kata A.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Penyekapan dan Pemerkosaan Anak Berujung Damai, Polisi: Proses Hukum Tetap Jalan", Klik untuk baca:

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved