Breaking News:

Bikin Prihatin dan Miris, Masih Ada Guru Pakai Masker di Dagu Saat Mengajar di Kota Cirebon

Pemerintah Kota Cirebon berencana membuka pembejalaran tatap muka (PTM) 100 persen yang diikuti semua siswa mulai Senin (10/1/2022).

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Ahmad Imam Baehaqi
Kabid Tibumtranmas Satpol PP Kota Cirebon, Suweka. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon berencana membuka pembejalaran tatap muka (PTM) 100 persen yang diikuti semua siswa mulai Senin (10/1/2022).

Namun, di tengah rencana itu, Kepala Bidang Penertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kota Cirebon, Suweka, mengakui masih menemukan guru yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat mengajar.

Menurut dia, hal tersebut ditemukan saat jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) selama masa PTM terbatas di sejumlah sekolah Kota Cirebon yang dimulai sejak awal September 2021.

"Sebenarnya temuan ini tidak banyak, tapi ada saja. Sehingga kami merasa prihatin dan miris," kata Suweka saat ditemui di Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Sabtu (8/1/2022).

Karenanya, pihaknya meminta hal semacam itu tidak ditemukan lagi saat PTM 100 persen yang rencananya dibuka untuk seluruh jenjang pendidikan dari mulai PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, hingga SMK atau sederajat.

Dia mengatakan, pelanggaran protokol kesehatan yang ditemukan saat sidak PTM terbatas ialah guru yang tidak memakai masker dan memakai masker di dagu ketika mengajar.

"Ini berbahaya bagi siswa karena potensi penyebaran Covid-19 sangat tinggi akibat guru menyampaikan pelajaran tidak ditutupi masker," ujar Suweka.

Pihaknya pun langsung memberikan peringatan keras kepada kepala sekolah dan guru yang kedapatan tidak memakai masker dengan benar tersebut.

Sebab, guru dan pihak sekolah jelas-jelas melanggar Perda Nomor 19 Tahun 2019 dan Perda Nomor 2 Tahun 2019 yang ancaman pidana maksimalnya denda Rp 500 ribu atau penjara satu bulan.

Suweka mengakui, temuan itu tergolong sedikit karena keterbatasan personelnya dalam memonitor penerapan protokol kesehatan selama PTM terbatas.

Baca juga: Mantan Sekretaris MA dan Menantunya Dieksekusi ke Lapas Sukamiskin, Terjerat Kasus Suap 

"Temuan lainnya dari sidak PTM terbatas adalah tidak lengkapnya fasilitas penunjang prokes di sekolah. Ada wastafel tapi sabun cuci tangannya habis atau bahkan tidak ada sama sekali," kata Suweka.

Kondisi tersebut jelas memprihatinkan.

Sehingga ia berharap hal-hal semacam itu tidak terulang kembali saat PTM 100 persen dilaksanakan di Kota Udang pada awal pekan depan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved