Sasando Alat Musik Tradisional dari NTT Diklaim Milik Sri Langka, Didaftarkan ke Wipo

Alat musik tradisional Indonesia asal Nusa Tenggara Timur, Sasando dikabarkan diklaim Sri Langka.

Editor: Mega Nugraha
Tribunnews/Jeprima
Pemain sasando, Agusto Andreas Naga Lana, saat tampil pada konferensi pers Frankfurt Musikmesse 2019 di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019). 

TRIBUNJABAR.ID,JAKARTA- Alat musik tradisional Indonesia asal Nusa Tenggara Timur, Sasando dikabarkan diklaim Sri Langka.

Bahkan, Sri Langka akan mendaftarkan Sasando ke World Intellectual Property Organization (WIPO).

Menangapi itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy akan siapkan pembuktian bahwa sasando alat musik tradisional khas Indonesia dari NTT.

"Nanti pasti ada pembuktian-pembuktian. Kami siapkan nanti pembuktian-pembuktiannya bahwa itu bagian dari tradisi Indonesia," kata Muhadjir di Gedung Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Direktur Penyidikan KPK yang Tangkap Azis Syamsudin Dimutasi Kapolri jadi Kapolda NTT

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi mengonfirmasi kabar tersebut. Josef Nae Soi menerangkan, 2 bulan lalu, dia diutur ke Wipo di Swiss.

Tugasnya, menyampaikan peringatan terkait alat musik sasando. Namun, ia berhalangan menjalankan tugas itu.

Saat ini, NTT berjuang mengembalikan sasando sebagai hak kekayaan intelektual masyarakat Rote Ndao.
“Sasando itu milik NTT, mari kita doakan kekayaan intelektual ini kembali menjadi milik kita,” ujar Josef, Selasa (28/12/2021).

Alat Musik Tradisional Sasando

Konon, Sasando telah digunakan masyarakat Rote, Nusa Tenggara Timur sejak abad ke-7. Bentuknya, berbentuk tabung panjang yang terbuat dari bambu khusus.

Baca juga: Ada yang Sakit Hati saat Makan Konate eks Persib Bandung Gabung Persija Jakarta

Alat musik tradisional ini memiliki bentuk yang melingkar dari atas ke bawah dengan dawai-dawai (kawat-kawat) yang direntangkan di tabung dari atas ke bawah.

Bagian ini juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk memasang dan mengatur kencang dawai-dawainya. Di bagian tengah, biasanya, Sasando diberikan senda (penyangga) untuk merentangkan dawainya.

Senda ini digunakan untuk mengatur tangga nada dan menghasilkan nada yang berbeda di setiap petikan dawai. Sasando juga memiliki wadah untuk meresoansikan nada nya yang berupa daun lontar yang sering disebut haik.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Lanka Klaim Alat Musik Sasando, Muhadjir: Kami Akan Siapkan Pembuktian", Klik untuk baca:

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved