Selama 11 Hari, Warga Korea Utara Dilarang Tertawa, Menangis pun Ada Aturannya

“Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan kegiatan rekreasi,” kata seorang warga Korea Utara

AFP / KIM WON JIN via Kompas.com
Rakyat Korea Utara memberikan penghormatan kepada mendiang pemimpin negara, Kim Jong Il, saat peringatan kematiannya di Istana Matahari Kumsusan, Pyongyang, Senin (17/12/2018). 

TRIBUNJABAR.ID, PYONGYANG– Warga Korea Utara dilarang tertawa selama 11 hari ke depan. Larangan tersebut untuk mengenang 10 tahun kematian Kim Jong Il.

Bukan hanya dilarang tertawa, warga Korea Utara dilarang menangis keras jika ada anggota atau kerabat yang meninggal selama 11 hari.

Secara umum, warga Korea Utama dilarang memperlihatkan ekspresi kebahagiaan selama masa berkabung itu.

Aturan itu tentu saja tak disetujui warga Korea Utara, tapi tak berani untuk menyampaikan secara terang-terangan.

Protes mereka hanya disampaikan secara diam-diam.

Memperingati kematian Kim Jong Il pada 17 Desember, warga Korea Utara bahkan dilarang berbelanja bahan makanan.

“Selama masa berkabung, kita tidak boleh minum alkohol, tertawa, atau melakukan kegiatan rekreasi,” kata seorang warga Korea Utara kepada Radio Free Asia (RFA).

Baca juga: Korea Utara Kembali Uji Coba Rudal Balistik dari Kereta Api, Korea Selatan Makin Panas

Jika ada anggota keluarga yang meninggal selama masa berkabung, ucapnya, mereka tidak boleh menangis dengan keras dan jenazahnya harus segera dibawa keluar.

“Orang-orang bahkan tidak dapat merayakan ulang tahun mereka sendiri tanggal lahir mereka jatuh dalam masa berkabung,” ujarnya.

Kim Jong Il memerintah Korea Utara sejak 1994 hingga meninggal dalam usia 69 tahun pada 2011 akibat serangan jantung.

Setelah Kim Jong Il meninggal, tampuk kekuasaan Korea Utara diteruskan oleh putranya, Kim Jong Un, hingga sekarang.

Melansir The Telegraph, pemerintahan Kim Jong Il adalah salah satu periode tergelap dalam sejarah Korea Utara.

Pada pertengahan 1990-an, terjadi kelaparan hebat di Korea Utara. Diperkirakan sebanyak 3,5 juta orang meninggal dalam kurun empat tahun.

Masa berkabung untuk Kim Jong Il dan ayahnya, Kim Il Sung, digelar setiap tahun.

Baca juga: Korea Utara Sukses Uji Coba Rudal Jelajah Jarak Jauh, Mampu Bawa Hulu Ledak Nuklir

Biasanya, periode berkabung berlangsung selama sepuluh hari, tapi tahun ini, masa berkabungnya ditambah sehari untuk memperingati satu dekade sejak meninggalnya Kim Jong Il.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved