Kisah Sukses Bos Persib Umuh Muchtar (2): Duka Mendalam saat Kehilangan si Bungsu yang Dermawan
Sekali di dalam hidupnya yang berlimpah rupiah, Umuh Muchtar pernah juga mengalami murung yang teramat lama.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Menjadi komisaris di klub sepak bola yang diklaim terkaya se-Asia Tenggara, Persib Bandung, tentu membutuhkan perjalanan panjang bagi Umuh Muchtar.
Namun, perjalanan panjang itu dilalui Umuh dengan ikhlas, terutama ketika dia melakukan jurus paling jitu di dalam meraih kesuksesan.
Jurus yang dia lakukan sejak lama hingga kini adalah bersedekah.
Sedekah yang dipercaya Umuh banyak ragamnya, termasuk di antaranya membantu sesama kawan.
Baca juga: Kisah Sukses Bos Persib Umuh Muchtar (1): Awalnya Jualan Celana, Beri Bonus Sejak Era Roby Darwis
"Terus terang, kalau mengeluarkan dengan ikhlas, Allah akan mengganti. Benar itu yang dikatakan para alim ulama, para ustaz, uang sedekah bukan hilang, tetapi Allah menggantinya," kata Umuh Muchtar saat wawancara khusus TribunJabar.id di kediamannya, di Sumedang, Senin (13/12/2021).
Anak ketiga dari tujuh bersaudara dari pasangan H Mochamad Yusup dan Hj Siti Hasanah itu tumbuh menjadi dewasa dengan kesuksesan-kesuksesan yang terus berkembang.
Hal itu tak lepas dari dukungan sang ibu dan sang istri, Hj Pipin Muchtar.
Sang istri selalu memberikan dukungan berupa kepercayaan terhadap apa pun usaha yang dikerjakan oleh Umuh.
Namun, sekali di dalam hidupnya yang berlimpah rupiah, Umuh pernah juga mengalami murung yang teramat lama.
Tahun 1998, anaknya yang ketiga dari empat bersaudara, Agung Kurniawan, meninggal dunia akibat kecelakaan.
Pribadi Agung sangat berkesan di hati Umuh sebab dengan melihat Agung, dia seakan melihat dirinya sendiri, pribadi yang senang membela orang susah, senang bersedekah, meski ketika itu, Agung barulah siswa SMA di Jalan Burangrang, Kota Bandung.
Banyak kisah yang dialami Agung yang memberi kesan mendalam kepada Umuh, ayahnya.
"Tahun 1998 bulan Desember, anak bungsu saya meninggal dan itu sangat sangat menyakitkan," katanya.
Dalam mata yang berkaca-kaca dan suara nyaris parau menahan sedih, Umuh berkisah tentang Agung yang begitu senang bermain sofbol.
Baca juga: David da Silva Resmi Bergabung dengan Persib Bandung, Ini Harapan Besar Umuh Muchtar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/umuh-muchtar-di-ciluluk-tanjungsari-sumedang-senin-13122021_2.jpg)